SERGAP NTT - Mon, Jul 8th, 2013

13 Anggota DPR RI Asal NTT Dinilai Gagal

Share This
NEWS

IMG 20130705 03874 13 Anggota DPR RI Asal NTT Dinilai Gagalsergapntt.com, JAKARTA – “Kami tidak melihat ada suatu perubahan pembangunan yang signifikan hasil kerja para legislator NTT. Oleh karena itu, kami menilai 13 legislator NTT yang saat ini duduk di senayan gagal menyerap aspirasi rakyat NTT selama hampir 4 tahun”.

Demikian kata Lucius Karus, peneliti Formappi dalam diskusi Menakar Legislator Busuk Asal NTT yang digelar Forum Pemuda NTT Penggerak Keadilan dan Perdamaian (Formadda NTT) di Jakarta, Jumat 5 Juli 2013.

Lucius menjelaskan, para Legislator itu gagal menerjemahkan kerinduan rakyat NTT dalam berbagai kebijakkan untuk diperjuangan dalam alokasi anggaran. Kalaupun ada, sering kali mereka mengklaimnya sebagai hasil kerja pribadi atau partai, dengan perhitungan dapat dipilih kembali. Nampak jelas tidak ada panggilan jiwa yang tulus untuk bekerja dan mengabdi pada kepentingan rakyat NTT.

“Pada saatnya kami akan membuka rapor 13 anggota DRP NTT kepada publik, agar rakyat NTT dapat menilai dan memberikan sanksi sosial atas hasil kinerja mereka,” tegas Lucius.

Sementara itu peneliti ICW Abdullah Dahlan  mengatakan, terkait 36 Anggota DPR yang diragukan komitmennya dalam upaya pemberantasan korupsi, dan 5 orang di antaranya asal NTT menjadi pemicu agar dalam pileg 2014 rakyat tidak memilih kucing dalam karung.

“Momen pencalegkan adalah momen bagi publik untuk membuka kembali rekam jejak dan menilai kinerja setiap anggota DPR. Kalau ada anggota DPR yang terindikasi korupsi dan kinerja kerjanya buruk, maka mereka itu mesti menjadi isyu dan musuh bersama. 36 Nama itu dapat memberi efek pada gerakan politik bersih terutama pada level pemilih di dapil masing-masing”, kata Dahlan.

Wilfrid Yons Ebiet (penulis buku Ambil Uangnya, Jangan Pilih Orangnya) pun sepakat dengan gerakan politik bersih. “Sudah saatnya rakyat NTT mengusung orang-orang yang benar-benar menjadi penyambung aspirasi rakyat. Kalau13 orang yang sekarang duduk di senayan dinilai gagal, maka harus digusur dan diisi oleh orang-orang yang bersih dan berkualitas, serta berpihak pada kepentingan NTT.

Diskusi Formada diakhiri dengan komitmen bersama orang-orang muda NTT untuk membangun budaya politik bersih. Momen pileg adalah kesempatan bagi publik NTT untuk membersihkan politisi busuk.

Wasekjen Formadda NTT, Yustinus Patris Paat menegaskan, Formadda NTT bersama jaringannya yang ada di setiap kabupatan siap mengkampanyekan rekam jejak calon-calon legislatif yang akan duduk di Senayan.

by. yohanes kristo tara 

RUANG DISKUSI - Mari Kita Saling Menghormati Satu Sama Lain. SILAKAN berdiskusi sesuai topik berita di atas. TERIMA KASIH. GBU All.