SERGAP NTT - Wed, Jun 17th, 2015

Anak SD Dianiaya Hingga Sekarat dan Meninggal Saat Dilarikan Ke Rumah Sakit

Share This
NEWS
Keluarga sedang meratapi Ama, bocah SD berumur 12 tahun yang dianiaya warga hingga meninggal.

Keluarga sedang meratapi Ama, bocah SD berumur 12 tahun yang dianiaya warga hingga meninggal.

sergapntt.com, WITIHAMA – Nasib tragis dialami Lukas Beda Ama, bocah SD berumur 12 tahun. Ia dianiaya warga Bele hingga sekarat dan meninggal dunia saat akan dilarikan ke rumah sakit.

Ama merupakan warga Desa Witihama, Adonara, Kabupaten Flores Timur. Ia dianiaya gara-gara menabrak salah seorang warga Bele bernama Harima.

Kapolres Flores Timur, AKBP Dewa Putu Gede Artha menjelaskan, penganiayaan terhadap Ama berawal dari peristiwa lakalantas pada Sabtu (13/6/15). Saat itu, sekitar pukul 12.00 WITA, bersama temannya, Ama mengendarai sepeda motor dan menabrak Rahima di sekitar kawasan Susteran Waiburak, Adonara Timur.

Saat tabrakan tersebut, Ama dan temannya terjatuh. Sedangkan Harima pingsan. Melihat itu, orang yang diboncengi Ama bergegas menolong Harima. Sementara Ama tiba-tiba dikerumuni warga dan langsung menganiayanya. Akibatnya, Ama mengalami luka memar di sekujur tubuh, dan darah keluar dari hidung serta telinga.

Ama kemudian dilarikan oleh warga yang kasihan ke Puskesmas Waiwerang. Namun karena kondisinya parah, pihak Puskesmas lantas merujuknya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Larantuka. Tapi sayang, dalam perjalanan, Ama meninggal dunia.

“Di lokasi (TKP 1) Ama ditampar tiga kali oleh KT. KT lantas menyuruh Ama dan kawannya untuk segera pergi dari TKP itu. Dalam perjalanan, Ama dan kawannya dihadang lagi di area kuburan Cina (TKP II). Di lokasi ini Ama ditanyai warga soal kejadian Lakalantas tadi dan mendapat pukulan bertubi-tubi dari warga berinisial KA. KA lalu membawa kembali Ama ke Bele. Belum sampai di Bele, KA dan Ama melihat warga Bele semakin memadati jalan utama kampung itu. KA lantas mengarahkan Ama untuk menjauh dari lokasi tersebut. Ama pun akhirnya menghindar dan berjalan menuju ke rumahnya,” papar Kapolres Gede Artha.

Mendapati kondisi Ama yang penuh memar, keluarganya pun menanyainya. Namun Ama tetap meyakinkan keluarganya bahwa kondisinya baik-baik saja. Tapi, malam harinya, Ama didapati sedang muntah-muntah. Ia lalu dilarikan ke Puskesmas Waiwerang.

Karena kondisinya yang terus memburuk, keesokan harinya atau Minggu (14/6/15), Ama dirujuk ke RSUD Larantuka. Tapi sayang, nyawa Ama tak tertolong. Sebab di pertengahan jalan Ama meninggal dunia.

Kini kasusnya sedang ditangani Polres Flores Timur. 3 pelaku telah diamankan. “Tim penyidik sedang berada di lokasi kejadian untuk mengembangkan penyidikan,” papar Gede Artha. [Eman Niron]

RUANG DISKUSI - Mari Kita Saling Menghormati Satu Sama Lain. SILAKAN berdiskusi sesuai topik berita di atas. TERIMA KASIH. GBU All.