SERGAP NTT - Wed, May 13th, 2015

ASN Harus Profesional (Mencermati pesan Kepala Bapusda NTT)

Share This
NEWS
Valeri Guru

Valeri Guru

sergapntt.com, PROLOG – Dalam beberapa kesempatan ketika menjadi pembina apel pagi di lingkungan Badan Perpustakaan Daerah (Bapusda) Provinsi NTT, Kepala Bapusda NTT, Drs. Benyamin Lola, M.Pd selalu mengingatkan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bekerja secara profesional dan proporsional. Juga memperhatikan disiplin dalam bekerja.

“Disiplin harus lahir dari dalam diri ASN itu sendiri. Disiplin itu bersifat intrinsik harus lahir dari diri sendiri,” tutur Benyamin Lola saat memimpin apel 17 Maret 2015 lalu.

Lalu apa makna pesan yang selalu diingatkan oleh Kepala Bapusda NTT itu? Apakah tingkat disiplin ASN di Bapusda NTT tergolong parah? Bagaimana menjagaa citra diri ASN agar tetap dipercaya dan mampu menjadi abdi untuk negara dan abdi untuk masyarakat ? Apakah profil dan sosok ASN di lingkup Bapusda NTT belum mampu menjawab tuntutan dan kebutuhan di era otonomi sekarang ini ? Atau pesan itu hanya sekadar spirit untuk merangsang para ASN di daerah ini khususnya di Bapusda NTT untuk terus memacu prestasi dan kinerjanya ? Dan masih ada sejumlah pertanyaan lain yang bisa kita ajukan.

Harus Berintegritas

Di tengah kegelisahan dan kecemasan untuk menemukan serta menjawab sejumlah pertanyaan di atas, penulis cukup terbantu dengan sebuah buku yang berjudul Pokok-pokok Pikiran Peningkatan Mekanisme Hubungan Pusat dan Daerah Dalam Perspektif Komunikasi dan Informatika yang diterbitkan oleh Ditjen Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Depkominfo RI tahun 2005.

Kepala Badan Litbang SDM Depkominfo RI, Aizirman Djusman yang merupakan salah seorang penyumbang tulisan dalam buku tersebut; di makalahnya yang berjudul “Peningkatan Profesionalisme Aparatur Pemerintah di Bidang Komunikasi dan Informasi Dalam Rangka Pemberdayaan Kinerja Aparatur Pemerintah Daerah” mengatakan, sosok pegawai negeri pada umumnya penampilannya harus profesional sekaligus taat hukum, netral, rasional, demokratik, inovatif, mandiri, memiliki integritas yang tinggi serta menjunjung tinggi etika administrasi publik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut dia, Peningkatan profesionalisme aparatur harus ditunjang dengan integritas yang tinggi, dengan mengupayakan terlembagakannya karakteristik sebagai berikut (a) mempunyai komitmen yang tinggi terhadap perjuangan mencapai cita-cita dan tujuan bernegara; (b) memiliki kompetensi yang dipersyaratkan dalam mengemban tugas pengelolaan pelayanan dan kebijakan publik, (c) berkemampuan melaksanakan tugas dengan terampil, kreatif dan inovatif, (d) taat azas dan disiplin dalam bekerja berdasarkan sifat dan etika profesional, (e) memiliki daya tanggap dan sikap tanggung gugat (akuntabilitas), (f) memiliki jati diri sebagai pegawai negeri, (g) memiliki derajat otonomi yang penuh rasa tanggung jawab dalam membuat dan melaksanakan berbagai keputusan sesuai kewenangan, dan (h) memaksimalkan efisiensi, kualitas dan produktivitas. Selain itu, perlu pula diperhatikan reward system yang kondusif dan finalty sistem yang preventif dan represif.

Secara ideal memang apa yang disampaikan oleh Aizirman Djusman di atas harus terus menjadi inspirasi dan pedoman yang berharga untuk para ASN di mana pun ia berada dan bekerja, termasuk ASN yang ada di lingkup Bapusda NTT. Ke depan para ASN harus terus menerus dari waktu ke waktu memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kerjanya untuk melayani masyarakat.

Bagaimana caranya untuk mencapa tujuan itu ? Pertama, pengembangan kecerdasan yang meliputi : potensi kecerdasan, daya pikir, daya tangkap, daya ingat, konsentrasi dan kreativitas. Kedua, pemantapan kepribadian yang mencakup : stabilitas emosi, toleransi terhadap frustrasi, pengolahan dorongan, kemandirian, dan penyesuaian diri. Ketiga, peningkatan sikap kerja mencakup : minat kerja, tempo kerja, ketelitian dan ketekunan kerja serta komitmen dan konsistensi ucapan dengan perbuatan.

5 Strategi Plus

Untuk menjawab sekaligus merespons apa yang disampaikan oleh Kepala Bapusda NTT di atas maka ke depan paling tidak ada lima strategi yang harus dipenuhi oleh para ASN di era globalisasi dan otonomi daerah dewasa ini. Strategi itu antara lain pertama, aparatur negara harus bersemangat, netral dan tetap menjaga kedisiplinan dalam segala hal. Kedua, kompeten dan profesional dengan produktifitas tinggi namun juga dengan hasil yang bermutu. Ketiga, berwawasan global, berintegritas moral kebangsaan dan religiositas tinggi. Keempat, berorientasi pada pelayanan terbaik untuk seluruh masyarakat yang dilayani. Dan kelima, berbudaya kerja positif.

Strategi ini juga harus didukung dengan pertama, bagaimana sistem atau model dan mekanisme untuk menghargai  para ASN yang berprestasi dan berkinerja bagus, tertib dan berdedikasi serta memiliki loyalitas terhadap bangsa, negara dan pemimpin/atasan langsungnya ketika berada di jalan yang benar sesuai aturan dan ketentuan kepegawaian yang berlaku. Kedua, pengawasan dan pemberian sanksi kepada para ASN sesuai porsi dan derajat kesalahan yang dilakukan oleh yang bersangkutan sesuai Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Penegakkan Disiplin. Dan ketiga, perlu ada ‘rekayasa sosial” kepada para ASN dan instansi/dinas/badan atau kantor di lingkup Pemprov NTT sebagai model atau katakanlah semancam pilot projec dalam upaya meningkatkan mutu dan citra para ASN demi terciptanya good governance and clean goverment di NTT.

Kesemua usaha dan strategi ini sesungguhnya hanya untuk mewujudkan pemerintahan yang baik. Dan memang saat ini, pun ke depan masyarakat dan daerah NTT amat memerlukan SDM pemerintahan (ASN) yang profesional dan kompeten dengan cakupan kriteria memiliki pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), serta memiliki sikap mental dan etika moral (attitude) yang baik. Hal ini amat sejalan dengan pesan Kepala Bapusda NTT, Benyamin Lola.

Di tikungan ini, saya teringat dengan paradigma kepemimpinan yang dikemukakan oleh Edward Murrow.   “Bilamana anda ingin mengimbau, hendaklah anda bisa dipercaya; bilamana anda ingin dipercaya, hendaknya anda terampil/profesional; bilamana anda ingin dianggap terampil/profesional, hendaknya anda mampu bekerja benar.”

Kemauan dan kemampuan seorang ASN untuk bekerja dengan benar hanya bisa terwujud apabila ada tekad untuk meninggalkan dan menanggalkan cara – cara kerja manipulatif, tipu muslihat, fiktif, KKN dan sejumlah penyakit sosial lain yang meruntuhkan citra serta martabat PNS di mata publik di ini daerah. Mari kita jaga citra dan martabat PNS dengan memulainya dari diri kita sendiri untuk mencapai derajat ASN yang profesional. Berpikir dan bertindaklah positif untuk kemajuan daerah dan masyarakat NTT tercinta. [Valeri Guru/Pranata Humas Bapusda NTT]

RUANG DISKUSI - Mari Kita Saling Menghormati Satu Sama Lain. SILAKAN berdiskusi sesuai topik berita di atas. TERIMA KASIH. GBU All.