SERGAP NTT - Sun, Oct 20th, 2013

Bupati Ngada Ngaku Tak Menghamili Pembantunya

Share This
NEWS
Bupati Ngada Marianus Sae saat menerima kunjungan Gubernur NTT yang juga Ketua DPD PDIP NTT Frans Lebu Raya di Bajawa beberapa waktu lalu.

Bupati Ngada Marianus Sae saat menerima kunjungan Gubernur NTT yang juga Ketua DPD PDIP NTT Frans Lebu Raya di Bajawa beberapa waktu lalu.

sergapntt.com, KUPANG – Bupati Kabupaten Ngada, Marianus Sae, mengaku, dirinya tidak pernah punya hubungan khusus dengan mantan pembantunya bernama Maria Natalia Sisilia alias Natalia. Apalagi sampai menghamilinya.

“Tidak benar itu, siapa yang mengaku bahwa telah dihamili. Mana korbannya,” ujar Marianus saat dihubungi wartawan per telepon, Jumat, 18 Oktober 2013.

Kata Marianus, hingga kini dirinya masih menunggu perempuan siapa yang mengaku bahwa anak yang dilahirkannya itu adalah anaknya. Karena sudah setahun ini belum ada satu orang pun, termasuk Natalia, yang mengaku menjadi korban.

“Saya lagi tunggu siapa yang akan mengaku. Sudah satu tahun, tidak pernah ada korban,” katanya.

Menurut Marianus, dirinya heran dengan Forum Pejuang Penegakan Motalitas Bangsa Ngada yang dipimpin Sekretaris DPC PDIP Ngada Yonas Mita yang berupaya menurunkan dirinya dari kursi Bupati dengan cara menyebarkan informasi dugaan skandal seksnya.

“Urusannya apa dengan forum. Kok mereka yang repot,” tandasnya.

Sementara itu, Minggu (20/10/13), kepada sergapntt.com, Yonas Mita, mengatakan, dirinya hanya menjalankan fungsi kontrol partai politik untuk mengungkapkan ketidakberesan yang terjadi di Ngada, termasuk dugaan skandal seks yang dilakukan Bupati Ngada.

“Saya tidak punya maksud apa-apa. Saya hanya menjalankan fungsi kontrol. Yang tidak benar, saya katakan tidak benar, yang benar, saya katakan benar. Itu saja. Karena bupati itu pejabat publik,” tegasnya.

By. Ado/Shrerif

RUANG DISKUSI - Mari Kita Saling Menghormati Satu Sama Lain. SILAKAN berdiskusi sesuai topik berita di atas. TERIMA KASIH. GBU All.
donatus djogo says:

Pa Bupati, kalau pun benar bapak melakukannya yg rugikan hanya segelintir orang saja/keluarga. Yg paling penting pertanggungjawab bapak dg Tuhan. Yg harus dihindari masalah yg merugikan masyarakat banyak, seperti Kolusi,Korupsi, Nepotisme. Kami mendukung bapak sepanjang dapat menghindari KKN di Ngada. Soal pembantu yg hamil, itu kan dapat bermacam2 asumsi, seperti memang bapak yg melakukannya atau sengaja dijebak oleh lawan politik. Biasalah persaingan politik yg masih balita, Ha..ha…

chello says:

Warga kabupaten ngada sedang di adudomba

Krispian ngea says:

gimna wrgax,klw bpatix kya gtw..