SERGAP NTT - Sat, Sep 1st, 2012

Bupati Sabu Raijua Mengaku Ada Yang Ingin “Membunuh” Dirinya

Share This
NEWS

Bupati Sabu Raijua Marthen Dira Tome Bupati Sabu Raijua Mengaku Ada Yang Ingin “Membunuh” Dirinya  sergapntt.com, KUPANG – Bupati Sabu Raja, Ir. Marthen L Dira Tome mengatakan isu korupsi yang sering diidentikan dengan dirinya adalah upaya pembunuhan karakter yang dilakukan pihak-pihak tidak bertanggungjawab.

Padahal, kata Marthen, sejak menjabat sebagai bupati, dirinya sudah berkomitmen untuk membangun bumi Rai Hawu (nama lain dari Sabu Raijua) tanpa praktek KKN.

Selama ini, kata Marthen, ada pihak-pihak yang berupaya menjerumuskan dirinya ke dalam isu korupsi. “Ini pembunuhan karakter. Karena apa yang kami dilakukan selama ini selalu berpijak pada peraturan yang berlaku,” ujar Marthen saat dihubungi via telepon genggamnya pada Sabtu (1/9) pagi.

Menurut Marthen, selama ini ada tiga isu korupsi yang dialamatkan kepada dirinya. Pertama, pengadaan 20 mobil APV. Kedua , gaji dan tunjangan PNS. Ketiga, pembangunan pabrik es mini.

Soal pengadaan 20 mobil APV, jelas Marthen, tudingan itu sama sekali tidak berdasar.

“Sebab setahu saya pengadaan 14 unit mobil itu sesuai mekanisme tender, sesuai dengan aturan yang berlaku. Bahkan dalam pengadaan itu, pemerintah mampu melakukan penghematan uang sebesar Rp300 juta lebih. Dana itu ada di kas daerah. Lantas mana letak korupsi dalam kasus ini,” tandasnya.

Masalah pengadaan mobil ini juga, lanjut Marthen, diperkuat dengan hasil audit BPK perwakilan NTT tahun 2012 yang menyatakan tidak ditemukan penyalahgunaan keuangan.

Nah,,, sementara soal gaji dan tunjangan 23 PNS di Sabu Raijua bermula ketika Pemkab Kupang melakukan mutasi 58 orang PNS ke Sabu Raijua.

Dari 58 orang PNS itu, 35 orangnya kembali ke Kupang dan 23 orang lainnya bertahan di Sabu Raijua.  Anehnya,, gaji milik 23 orang itu ditahan oleh Pemkab Kupang. Akibatnya, kehidupan para PNS ini sangat menderita.

Setelah dilakukan penelusuran ternyata penahanan gaji tersebut tidak beralasan serta menyalahi aturan.

“Tapi yang terjadi, gaji mereka ditahan. Itu salah. Karena itu negara memberikan kewenangan kepada bupati untuk meluruskan ketimpangan yang telah dilakukan. Saya diberikan kewenangan diskresi untuk hal seperti itu,” tegas Marthen.

Sedangkan soal pabrik es mini di Dinas Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan Sabu Raijua Tahun Anggaran 2011 yang rencananya akan digeledah polisi, Marthen mengaku, pabrik es itu mengalami keterlambatan  pemasangan mesin. Itu karena mesinnya didatangkan dari Cina.

BPKP NTT pun memberikan saran untuk mempercepat proses pemasangan mesin dan selanjutnya diadakan serah terima pekerjaan (PHO).

“Selama saya memimpin daerah ini, saya adalah orang yang berdiri paling depan melawan korupsi. Saya  sudah berkomitmen membangun Sabu Raijua tanpa korupsi. Tidak boleh ada korupsi di bumi Rai Hawu,” imbuhnya.

by. yk

RUANG DISKUSI - Mari Kita Saling Menghormati Satu Sama Lain. SILAKAN berdiskusi sesuai topik berita di atas. TERIMA KASIH. GBU All.
Al Ghozali Wulakada says:

Program kajian kebijakan regional mestinya dikembangkan,lembaga ini menjadi naungan civil sociaty di dalam melakukan pengawasan perencanaan,pelaksanaan,penyelesaian dan pengembangan program dan kebijakan Pemerintah Daerah. Salah satu kelompok kritis adalah insan media,tetapi insan media kerap terjebak pada pemberitaan semata sementara mengabaikan aspek research dan resolusi permasalahn,selain media adalah LSM atau kelompok sosial lainnya. Kinerja LSM selama ini kerap dihadang fitnah,karena unsur keberpihakan politik dari penguasa yang lebih dominan, atau sebaliknya LSM yang konsen justru dihadang ancaman fisik terhadap aktivisny. Maka hampir semua LSM/NJO di NTT lebih konsentrasi pada program impowerment dari pada fungsing kontrol terhadap kinerja kekuasaan. ……memang sulit menunggu pejabat jujur,dan sulit mempercayakan kepada Polisi mendapatkan bukti bukti. Pejabat berupaya secara sistemis akan tidak tersinyalir korupsi,sementara polisi baru bisa bertindak kecuali ada laporan,nah bila mana kedua titik ini aktif menutup diri dan menunggu laporan,maka selamanya kita ini hidup dalam kemiskinan karena uang rakyat dikorupsi diam diam…..hanya mekanisme public control melalui mekanisme penelitian,studi dan kajian,deseminasi permasalahan publik,mendorong comunity development…hanya dengan cara itu kita bisa membangun NTT berbasis public partisipation.

esra kalle says:

bupati dengan karakter pekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja tuntas. patut didukung.

crist says:

bupati yang betul memikirkan rakyatnya, walaupn tidak didukung provinsi…maju terus pak…

silver account says:

Menia, Bupati sabu raijua Marthen L. Dira Tome dalam acara rapat dengan Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (MPTP-TGR) digedung DPRD Sabu Raijua, Jumat 27 Januari 2012 memberikan peringatan keras kepada para obrik yang masih bermasalah dalam hal penyelesaian sisa pekerjaan untuk pengadaan barang dan jasa Tahun Anggaran 2010-2011 dari Badan, Dinas maupun Sekolah-Sekolah agar setiap mereka yang masih belum menyelesaikan baik secara administrasi, material maupun keuangan sesuai dengan hasil temuan dari Inspektorat Daerah Sabu Raijua, Inspektorat Propinsi, BPKP, dan BKP RI perwakilan Propinsi NTT. Agar segera diselesaikan dalam waktu 1 minggu. Karena hal ini menyangkut dengan penilaian terhadap kemampuan Pemerintah Daerah didalam mengelola dan mempertanggung jawabkan penggunaan keuangan. Dan terhadap masalah ini saya tidak main-main, bahkan tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku di negara ini.