SERGAP NTT - Tue, Jul 31st, 2012

Diduga, Pelaksanaan Proyek di Dermaga Atapupu dan Wini Syarat KKN

Share This
NEWS
Lodovikus Seran 350x246 Diduga, Pelaksanaan Proyek di Dermaga Atapupu dan Wini Syarat KKN

PLH Kakanpel Atapupu, Lodovikus Seran

sergapntt.com, ATAMBUA – Pelaksanaan proyek senilai Rp22.364.150.000.- dengan item pengerjaan lapangan penumpukan, pagar dan gapura di dermaga Atapupu, Kabupaten Belu dan Rp4.866.230.000 di dermaga Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur diduga syarat dengan praktek korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Selain pengerjaan fisik yang diduga tidak sesuai bestek, proyek itu juga disebut-sebut tak memiliki kontrak yang jelas. Tak heran sejumlah staf Syahbandar Atapupu dan Wini menilai proyek yang sedang dikerjakan PT. Darma Kasih Sentosa dan Garuda Abadi Jaya Karya ini sebagai proyek siluman.

“Saya tidak pernah lihat itu kontrak, yang kami lihat hanya proyek sedang dikerjakan,” ujar PLH Kakannpel Syahbandar Atapupu, Lodovikus Seran saat ditemui sergapntt.com di kantornya, Kamis (26/7/12).

Seran juga mengaku tak tahu menahu soal pelelangan, termasuk presentase fisik pengerjaan proyek tersebut. “Saya tidak tahu pak. Itu mesti tanya Kakanpel atau PPK (Pejabat Pembuat Komitmen),” tegasnya.

Kakanpel Syahbandar Atapupu, Simon Baon sendiri saat akan ditemui tidak berada di tempat. “Pak Simon lagi di Jakarta,” papar salah seorang staf Syahbandar Atapupu.

Lapangan Penumpukan Atapupu 350x234 Diduga, Pelaksanaan Proyek di Dermaga Atapupu dan Wini Syarat KKN

Lapangan Penumpukan Atapupu

Toh begitu pantauan sergapntt.com di lokasi proyek menyebutkan, disalah satu sudut pelabuhan terpampang papan proyek. Sedangkan dibagian lain terlihat sejumlah pekerja sedang mengerjakan lapangan penumpukan.

PPK Atapupu, Yan Liunome, S.SIT mengaku pekerjaan telah dimulai sejak 16 Maret 2012 dan akan selesai pada 11 Oktober 2012.

Kendati tak membeberkan proyek tersebut memiliki kontrak atau tidak, namun Liunome menjelaskan, hingga kini pelaksaan proyek di Atapupu telah mencapai 75 persen. Sedangkan di Wini sudah mencapai 85 persen.

“Kita perkirakan pekerjaan ini selesai sesuai waktu,” ucapnya.

Sejauh ini, kata Liunome, baru pengerjaan lapangan penumpukan yang dikerjakan. Sedangkan paga dan gapura belum mulai.

“Tapi kami optimis proyek akan selesai sesuai jadwal,” tegasnya.

by. eh

KOMENTAR PEMBACA