SERGAP NTT - Jum, Agu 28th, 2015

Dugaan Korupsi Ada di Proyek Ini, Tapi Polisi dan Jaksa “Tutup Mata”

(Lokasi proyek pembangunan Jembatan Petuk I). Hingga kini belum ada aktivitas lanjutan.

(Lokasi proyek pembangunan Jembatan Petuk I). Hingga kini belum ada aktivitas lanjutan.

sergapntt.com, KUPANG – Proyek peningkatan jalan dan pembangunan jembatan yang bersumber dari dana APBN tahun 2014-2015 di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang diduga syarat dengan praktek KKN.

Ironisnya, hingga kini belum tersentuh hukum. Padahal dugaan korupsinya mencapai puluhan, bahkan ratusan miliaran rupiah. Sebut saja dugaan korupsi pada kasus pembangunan dan peningkatan jalan linkar luar Kota Kupang (Jalur 40), peningkatan jalan dalam Kota Kupang, pembangunan jembatan Petuk I, II dan II, serta peningkatan jalan dan pembangunan jembatan Poros Tengah di wilayah Kabupaten Kupang. BACA JUGA: Pengerjaan 750 Meter Jalan Di Jalur 40 Tanpa Pengawasan Rutin

Informasi yang dihimpun sergapntt.com di Dinas PU Provinsi NTT, menyebutkan, antara laporan proyek dan fakta proyek, kondisinya bagaikan langit dan bumi. BACA JUGA: Belum Sampai Setahun, Jalan Tenau – Bolok Sudah Berlubang.

Diatas kertas, laporan tentang mutu kerja proyek memenuhi standar nasional dan selalu membuat Dirjen Bina Marga serta Menteri PU tersenyum. Namun faktanya, proyek dikerjakan asal jadi dan syarat dengan praktek KKN. BACA JUGA: Pembangunan Jembatan Petuk Dan Jalan Lingkar Luar Diduga Syarat KKN

“Ini bukan rahasia lagi. Ini sudah berlangsung lama, tapi polisi dan jaksa seolah tutup mata. Tidak tahu kenapa? Kayaknya kita (NTT) butuh KPK,” ujar salah seorang pejabat di Dinas PU NTT yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis.

Kondisi jalan lingkar luar Kota Kupang mulai retak dan berlubang. padahal proyek ini baru dikerjakan tahun 2014.

Kondisi jalan lingkar luar Kota Kupang mulai retak dan berlubang. Padahal proyek ini baru dikerjakan tahun 2014.

TIDAK ADA YANG SALAH

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi NTT, Nikolaus A. G. Botha, ST. MT, mengatakan, pengerjaan proyek peningkatan jalan dan pembangunan jembatan di wilayah Kota Kupang dan Kabupaten Kupang selalu mengutamakan mutu kerja. BACA JUGA: Jalan Nasional Kupang-Kefamenanu Dalam Kondisi Pas Mantap

“Tidak ada yang salah. Kita mengutamakan mutu. Saat pengerjaan (proyek), kita selalu koordinasi dengan kontraktor dan pengawas,” ujar Niko, Kamis (27/8/15). [CS]

RUANG DISKUSI - Mari Kita Saling Menghormati Satu Sama Lain. SILAKAN berdiskusi sesuai topik berita di atas. TERIMA KASIH. GBU All.