SERGAP NTT - Thu, Sep 20th, 2012

Empat Anggota Polres TTS Mendekam di Rutan So’e

Share This
NEWS

Judi Bola Guling Empat Anggota Polres TTS Mendekam di Rutan So’e  sergapntt.com, SOE – Empat Anggota Polres Timor Tengah Selatan (TTS), yakni Briptu Gede Ardiasa, Briptu Hendro Oematan, Briptu Ismael, dan Briptu Apriyanto Doeka akhirnya harus mendekam di rumah tahanan (rutan) Oetimo So’e, Kabupaten TTS.

Keempat oknum polisi itu ditahan karena terlibat kasus judi. Mereka dijerat dengan pasal 303 KHUP tentang penertiban perjudian.

Seperti yang disaksikan wartawan di SoE Kamis (13/9) lalu, empat anggota polisi tersebut dikawal ketat dari sel Mapolres TTS menuju Rutan Oetimo SoE.

Setibanya di rutan, mereka disuruh berdiri berderetan dan terlihat menyeka air mata saat mendengar arahan dari petinggi Polda NTT.

Wakapolres TTS Kompol, Mulyono, SE ketika dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya  mengatakan, kasus yang melilit anggotanya adalah kasus serius yang merupakan pidana umum.

Kasus ini termasuk perioritas, sehingga para pelaku tetap diproses sesuai dengan aturan yang berlaku selayaknya masyarakat umum.

Sedangkan Briptu Ketut Lendra Yasa dan Briptu Zaverius Rossi masih dalam status sebagai saksi karena dalam proses permainan judi bola guling itu mereka berdua tidak terlibat langsung.

Dikatakan, status empat tersangka saat ini adalah tahanan titipan di rutan. Di tempat itu para pelaku akan menjalani pembinaan sambil menanti petunjuk lebih lanjut dari Kapolda NTT.

“Apa pun yang terjadi, ke empat anggota ini tetap diproses walau secara lembaga kami memang memiliki kewenangan untuk melindungi anggota. Tapi karena persoalan ini statusnya pidana umum maka mereka tetap di proses sebagaimana masyarakat umum,” tegasnya.

Kepala Rutan Oetimo SoE, Yonathan Ikalor,S.Sos mengatakan, empat pelaku akan dikarantina di sel khusus selama tujuh hari terhitung saat mereka mulai dititip untuk menjalani penyesuaian dan pengenalan lingkungan.

Dia menjelaskan, akan tetap memperhatikan kenyamanan dari ke empat pelaku dan mereka akan diberlakukan sama dengan tahanan lain sesuai aturan yang berlaku.

“Tugas kita hanya menjalankan apa yang menjadi tugas kita,” kata Yonathan.

by. ep/so

KOMENTAR PEMBACA