SERGAP NTT - Sun, May 27th, 2012

Frans Lebu Raya: Kita Mesti Bangga Konsumsi Jagung

Share This
NEWS

IMG 0915 350x233 Frans Lebu Raya: Kita Mesti Bangga Konsumsi Jagung  sergapntt.com, BAJAWA – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya mengatakan, masyarakat NTT mesti bangga bisa mengkonsumsi jagung dan kacang-kacangan hasil produksi sendiri. Apalagi dua jenis makanan tersebut memiliki nilai gizi tinggi

Demikian dikatakan Frans Lebu Raya saat mengukuhkan Pengurus Gabungan Kelompok (Gapoktan) Wana Tani Bnek, Niki, Nunggal dan Nandeng (B-3N) di Desa Wangka Selatan, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Sabtu (26/5/12) lalu.

“Kalau hari ini telah diresmikannya sebuah kawasan yang cukup luas, yang tergabung dari tiga desa yaitu Desa Wangka, Desa Wangka Selatan dan Desa Rawangkalo atau Wangka Utara, maka kawasan B-3N ini musti diolah dan ditanami agar hasilnya bisa mensejahterakan warga. Kita musti bangga mengkonsumsi jagung, kacang-kacangan dan lainnya dari hasil kerja kita sendiri,” imbuhnya.

Menurut putra Adonara itu, kebutuhan akan pangan yang bergizi sangat diperlukan manusia. Karena itu warga Gapoktan diminta agar bisa menghasilkan pangan yang benar-benar berguna dan bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan hidup. “Mari kita beri perhatian gizi yang baik pada anak-anak kita,” ajak Lebu Raya seraya berharap agar komitmen yang telah dibangun betul-betul terwujud untuk kesejahteraan rakyat.

Lebu Raya menjelaskan, program unggulan yang telah diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT sejak tahun 2011 lalu adalah program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah dengan mengalokasikan dana hibah sebesar Rp 250 juta ke desa-desa yang masih terkategori desa miskin. Ini maksudnya untuk mengatasi kemiskinan. Karena program ini secara tidak langsung ada investasi modal dan SDM.

“Pemprov telah membuat kebijakan untuk mulai bangun dari desa karena di desalah jumlah penduduk terbesar di provinsi ini, jadi kami vokus dan lokus dari desa,” katanya.

Lebu Raya mengaku, sesungguhnya desa telah lama menanti kue pembangunan. Karena itu dengan spirit Anggur Merah, Pemprov NTT mulai membangun dari desa.

Dana hibah 250 juta tersebut, lanjut Lebu Raya, dipercayakan pemerintah untuk dikelola masyarakat guna mendukung usaha ekonomi produktif, seperti usaha ternak, sayur-sayuran, olah kemiri, kios dan lain-lain. Karena itu saya berharap dengan program ini ada percepatan pertumbuhan ekonomi di desa-desa penerima bantuan program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah.

Sementara pengurus Gapoktan Wana Tani B-3N mengatakan, tujuan pembentukan Gapoktan tersebut, pertama, sebagai wadah gotongroyong dan solidaritas sesama anggota kelompok dalam rangka meningkatkan hasil produksi. Kedua, sebagai wadah perjuangan aspirasi petani di tiga desa yaitu Desa Wangka Selatan selaku desa induk, Desa Rawangkalo atau Wangka Utara dan Desa Wangka Selatan khususnya para petani yang tergabungdalam Gapoktan Wana Tani B-3N. Dan, ketiga; dengan terbentuknya Gapoktan Wana Tani B-3N kiranya menjadi perhatian pemerintah selaku penyelenggara negara yang punya tugas mensejahterakan rakyat untuk membangun sarana dan fasilitas seperti jalan dan jembatan, bendungan mini dan sarana produksi bagi pertanian, peternakan maupun ladang.

by. meggy utoyo

Baca 11 Comments
Komentar ANDA?
  1. seruan itu dari jaman soeharto, mungkin sekarang bukan jgan malu makan jagung tapi jangan takut berbisnis jagung.

  2. setuju pak gubernur tapi jagungnya mahal…………….. pak! gimanan pak buat supaya harga jagung tidak mahal.

  3. sebagin besar warga NTT sudah dari dulu kala menikmati jagung dan kacang-kacangan hasil keringat sendiri… hemat saya itu bukan karena pak Gub punya program..

  4. Bona Onggot says:

    Jagung pun tidak jelas…. apa yang mau dibanggakan…

Komentar ANDA?

DISCLAIMER : Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Untuk pengutipan berita wajib mencantumkan link portal SERGAP NTT.Terima Kasih. GBU