SERGAP NTT - Fri, Jan 2nd, 2015

Gubernur NTT Belum Tahu Kalau TKW Asal NTT Kembali Jadi Korban di Malaysia

Share This
NEWS
Gubernur NTT Frans Lebu Raya didampingi Karo Humas Setda NTT Lambert Ibi Riti saat mengadakan jumpa pers Akhir TAhun 2014 di Rujab Gubernur NTT di jalan El Tari Kupang, 31 Desember 2014.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya didampingi Karo Humas Setda NTT Lambert Ibi Riti saat mengadakan jumpa pers Akhir TAhun 2014 di Rujab Gubernur NTT di jalan El Tari Kupang, 31 Desember 2014.

sergapntt.com, KUPANG – Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, mengaku belum tahu kalau warga Kupang, NTT, Mariance Kabu (32) alias Mery telah menjadi korban kebringasan Ong Su Ping (47), majikannya di Ampang, Malaysia.

“TKW siapa lagi? Belum tahu saya,” ujar Lebu Raya ketika ditanya sergapntt.com di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT di Jalan El Tari Kupang, 31 Desember 2014.

Padahal kasus tersebut telah heboh sejak 24 Desember 2014 setelah polisi Ampang Malaysia berhasil menyelamatkan Mery dari rumah majikannya di flat (rumah susun) Pandan Jaya, Jalan Pandan 7, Ampang, Selangor, Malaysia pada tanggal 23 Desember 2014.

Ketika ditanya upaya apa yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi dalam membantu Mery yang kini sedang terbaring di Rumah Sakit (RS) Ampang Malaysia? Gubernur Lebu Raya menjawab,“Siapa lagi”.

Sementara itu, dari Malaysia dilaporkan, kepada polisi, Mery, mengaku, ia diperlakukan secara keji oleh majikannya selama hampir delapan bulan. Ia dipukul, ditendang, dicambuk dengan rotan, disetrum, kemaluannya ditusuk dengan benda tumpul, gigi gerahamnya dicabut pakai tang, tubuhnya disiram dengan air panas, dipaksa makan kotoran (tahi)nya sendiri, dipaksa minum air kencingnya sendiri, serta dipaksa menjilat darahnya sendiri yang keluar dari tubuhnya akibat siksaan.

Mery diselamatkan polisi setelah ia sukses membuat pesan di sepotong kertas yang isinya meminta tolong para tetangga agar menyelamatkannya dari siksaan majikan. Berdasarkan isi kertas tersebut, salah satu tetangga majikannya lalu melapor polisi.

Saat datang ke tempat kejadian, polisi menemukan Mery dalam kondisi lemah, mengalami patah tulang dan sekujur tubuhnya penuh luka. Mery langsung dilarikan ke RS Ampang, Selangor, dan kini dalam perawatan intensif. Sementara Ong Su Ping telah ditahan polisi.

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Herman Prayitno, mengatakan, Tim Satgas KBRI Kuala Lumpur telah memanggil agensi pekerja yang memasukkan Mery ke Malaysia. “Tujuannya, agar korban menerima semua haknya,” ujar Herman Prayitno, seperti dikutip dari keterangan resmi Kementerian Luar Negeri, Kamis.

By. SOTA
RUANG DISKUSI - Mari Kita Saling Menghormati Satu Sama Lain. SILAKAN berdiskusi sesuai topik berita di atas. TERIMA KASIH. GBU All.