SERGAP NTT - Fri, Jul 6th, 2012

Gubernur NTT: Hewan Adat Masyarakat Sumba Adalah Kerbau, Sapi, Kambing dan Babi

Share This
NEWS
SBY di SUMTIM 03 350x233 Gubernur NTT: Hewan Adat Masyarakat Sumba Adalah Kerbau, Sapi, Kambing dan Babi

Presiden SBY tiba di Bandara Umbu Mehang Kunda Rabu (4/7) dari lawatan kenegaraan di Darwin Australia Utara. Presiden disambut Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan sejumlah pejabat terkait.

sergapntt.com, WAINGAPU –  Bagi sebagian orang, Pulau Sumba di Provinsi Nusa Tenggara Timur dikenal karena memiliki kemegahan megalitik marapunya, serta ketangkasan dan kesatriaan para umbu di punggung kuda sandelwood dalam pesona perang pasola.

Tapi kini Sumba mulai dikenali juga sebagai daerah pengembangan ternak, mulai dari sapi, kerbau, kambing dan babi. Masyarakat Sumba  sendiri telah menyatu dengan ternak. Sebab, ternak merupakan simbol kesejahteraan dan ukuran kehidupan sosial dalam masyarakat Sumba.

Demikian diungkapkan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya dalam acara tatap muka dengan Presiden Republik Indonesia, DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama masyarakat Desa Maubokul Kecamatan Pandaiwai, Kabupaten Sumba Timur, Rabu (4/7) lalu.

Kata Lebu Raya, sejak dahulu kala, masyarakat Sumba dikenal sebagai komunitas peternak. Adat istiadatnya sangat identik dengan ternak.

“Hewan adat masyarakat Sumba adalah kerbau, sapi, kambing dan babi,” jelas Gubernur. 

Pada bagain lain, sebut Lebu Raya, Pemerintah Provinsi NTT telah melaksanakan beberapa kebijakan untuk percepatan pembangunan ternak, diantaranya sejak tahun 2011 telah meluncurkan program Desa/Kelurahan Mandiri Anggur Merah pada 287 Desa/Kelurahan, dan pada tahun 2012 ini program yang sama diluncurkan untuk 298 desa/kelurahan dengan mengalokasikan dana sebesar Rp. 250 juta per desa/kelurahan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saat ini NTT telah mempersiapkan Sail Komodo 2013.  Untuk itu  saya berharap Bapak Presiden berkenan hadir untuk penyelenggaraan Sail Komodo 2013. Kami juga telah menata 200 desa wisata yang diintegrasikan dengan kawasan wisata serta bertekad menjadikan NTT sebagai Provinsi Jagung, Povinsi Ternak, Provinsi Cendana, dan Provinsi Koperasi untuk mendukung penetapan NTT dalam koridor V Master Plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia ( MP3EI ),” ucap Lebu Raya.

Sementara itu Presiden SBY mengatan, hamparan padang yang begitu  luas, serta ribuan ternak yang berkembang biak di dalamnya merupakan suatu keindahan yang dimiliki masyarakat Pulau Sumba. “Pemerintah akan terus memberikan atensi untuk pengembangan wilayah di Provinsi NTT ini,” ujar Presiden SBY, berjanji.

SBY di SUMTIM 05 350x233 Gubernur NTT: Hewan Adat Masyarakat Sumba Adalah Kerbau, Sapi, Kambing dan Babi

Presiden SBY bersama rombongan didampingi Gubernur NTT, Frans Lebu Raya meninjau lokasi penggembalaan di Sumba Timur dalam kunjungan kerja di Sumba Rabu (4/7) lalu.

Secara nasional, kata Presiden SBY, ada sejumlah provinsi yang harus mendapat anggaran yang lebih agar provinsi itu benar-benar bisa sejajar dengan provinsi lain yang ada di Indonesia.

“Ke depan Indonesia akan maju tergantung dari ekonominya. Dan pemerintah akan terus berjuang dan memperhatikan pengembangan lebih banyak lagi sehingga NTT bisa terwujud menjadi gudang ternak dan menjadikan NTT sebagai penyangga daging sapi secara nasional,” tandas Presiden SBY.

Ikut hadir bersama rombongan Presiden SBY antara lain, sejumlah Menteri  Kabinet Indonesia Bersatu II, Panglima TNI, Kapolri. Sedangkan para pejabat yang mendampingi Gubernur NTT antara lain, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi NTT, Johana Lisapaly, SH, M.Si, Kadis Pertanian dan Perkebunan NTT, Ir. Yohanes Tay Ruba, MM, para Bupati sedaratan Sumba, para  Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta undangan lainnya.

by. verry guru/saul kapitan

Komentar ANDA?

DISCLAIMER : Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Untuk pengutipan berita wajib mencantumkan link portal SERGAP NTT.Terima Kasih. GBU