Gunung Sirung Meletus, Warga Alor Mulai Mengungsi

sergapntt.com, PANTAR – Gunung Sirung di Desa Mauta, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus pada Sabtu (12/5/12) sekitar pukul 11.30 Wita.
Letusan berupa semburan abu vulkanik mengarah ke laut. Besar kemungkinan karena kawah gunung tersebut mengarah ke laut. Belum ada laporan korban jiwa akibat letusan tersebut.
Sampai pukul 17.00 tadi, gunung setinggi 862 meter di atas permukaan laut itu masih mengeluarkan asap hitam tebal setinggi 2.000 meter. Kondisi ini membuat penduduk yang bermukim di kaki gunung mulai panik dan memilih mengungsi ke daerah yang lebih aman. Sekitar 6.000 warga tinggal di empat desa di kaki gunung, yakni Desa Mauta, Tude, Aramaba, dan Melaki.
Mantan Camat Pantar Tengah, Melkianus Blegur dan sejumlah petugas vulkanologi baru saja kembali dari gunung itu. Belum ada tanda-tanda gunung akan meletus dengan ledakan yang lebih besar. Namun Blegur menghimbau agar warga tidak panik, tapi tetap waspada dan tidak mendekati kawah.
Gunung Sirung terakhir diketahui meletus pada tahun 2004 silam, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Gunung itu tercatat sudah meletus sebanyak sembilan kali sepanjang 1852-1998. Gunung ini juga merupakan satu-satunya gunung api aktif yang terletak di bagian selatan Pantar. Secara administratif gunung tersebut masuk ke dalam wilayah Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor. Secara geografi pada posisi 08.30’36′ Lintang Selatan dan 124.08’54′ Bujur Timur dengan ketinggian puncak mencapai 862 meter di atas permukaan laut.
Sementara itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi telah mengirim tim tanggap darurat untuk memperkuat personel di Posko Pengamatan Gunung Sirung.
Tim dikirim menyusul kenaikan status gunung dari waspada (level II) menjadi Siaga (level III). ”Gunung Sirung naik statusnya waspada pada Jumat kemarin dan tadi siang pukul 11.30 Wita meletus dan statusnya saat ini siaga atau level III. PVMBG akan mengirim tanggap darurat ke sana,” kata Kepala Bidang Pengamatan Gunung Api PVMBG Badan Geologi Hendrasto di Bandung, Sabtu (12/5).
Menurutnya, tim tanggap darurat itu akan berangkat dengan membawa peralatan tambahan untuk memperkuat pengawasan dan pengamatan gunung api yang terletak di bagian barat Kabupaten Alor itu.
Dengan peningkatan status itu, PVMBG merekomendasikan agar masyarakat tidak mendekat dalam radius 2,5 kilometer dari kawah Gunung Sirung. “Lokasi bahaya I dalam radius 1,5 kilometer dan bahaya II 2,5 kilometer. Masyarakat diminta tetap beraktivitas seperti biasa dan jangan terpengaruh isu yang tidak jelas,” kata Hendrasto.
by. cis/ant
![SERGAP NTT [Media Revolusi]](http://www.sergapntt.com/foto/2012/02/sergapntt.png)


















![Redaksi SERGAP NTT [Media Revolusi]](http://www.sergapntt.com/foto/2013/04/Facebook.jpg)

Semoga warga kakamauta-alor-pantar/yg bemukim disekitar kaki gunung sirung lebih mawas dan tanggp terhadap setiap status yg disadangkan olh pihak BMKG karna itu merupakan hal yg wajib kita teladani.kita harus bekaca dari pengalaman kasus sebelumnya yakni kejadian di gunung merapi.skali lgi kita harus blajar dri pengalaman tersebut.kita hrus mendengar arahan dri phak yg berkompeten dlm bidang kegunungapian.menghindari profokatif/menebar isu2yg menyesatkan/meresahkan.karna akan meresakan warga.mhon kerja sama dri setiap yg bermukim disekitar gunung sirung.trimaksih
semoga masyarakat pantar lebih tangadiadgap terhadap perubahan status perubahan yang terjadi pada gunung sirung, dan kami sebagai putra pantar menghimbau kepada bihak ygberkompeten dalam hal ini bmkg agar membri pemahaman dan penyuluhan bagi penduduk setempat agar lebih tanggp terhadap setiap perubahan status gunung Sirung.
kalabahi memang sungguh luar biasa……….