SERGAP NTT - Fri, May 17th, 2013

Isu SARA Sulit Dipisahkan Dari Pilgub NTT Ke 2

Share This

I.A Medah Isu SARA Sulit Dipisahkan Dari Pilgub NTT Ke 2sergapntt.com, KUPANG – Isu suku, ras dan agama (SARA) sulit dipisahkan dari gawe Pilgub NTT putaran ke 2. Semangat primordialisme ini masih menjadi patokan sebagian pemilih dalam memilih Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2013-2018.

Demikian dikatakan Anggota DPRD NTT asal PDIP, Kristo Blasin dalam pertemuan dengan koalisi partai pendukung pasangan Frans Lebu Raya – Beni A. Litelnony (FRENLY) di aula rapat Hotel On The Rock Kupang, Jumat (17/5/13) malam.

“Kita tidak ingin semangat ini. Tapi faktanya, isu ini sulit dihindari di putaran ke 2. Sebagai contoh yang kita temui, ada orang Manggarai mengatakan, oleeee pilih ata dite (pilih orang kita). Sementara di Timor ada semangat atoin meto. Ini yang mesti kita perangi,” ujar Kristo.

Kondisi tersebut diamini Ketua DPD I Partai Golkar yang juga Ketua DPRD NTT I.A Medah. Menurut mantan Kakansospol itu, ide-ide primordialisme harus dihancurkan. “Apa jadinya kalau di semua kabupaten memiliki semangat yang sama. NTT ini akan hancur. Karena itu kita tak perlu takut dengan adanya isu SARA. Apalagi yang terjerat isu SARA hanya sedikit dari mereka yang berada di Kabupaten Kupang, Kota Kupang dan TTS,” tegasnya.

Fakta tersebut bisa benar. Sebab, sebagian besar pemilih di NTT masih tercatat sebagai pemilih tradisional. Berdasarkan agama, pemilih di NTT terbagi dalam 4 kekuatan, yakni Katolik 1.953.874 pemilih, Protestan 1.364.874, Islam 72.129, Lain-lain 2000.

by. adios

KOMENTAR PEMBACA