SERGAP NTT - Mon, Apr 8th, 2013

Jarot Syaiful: Haram Hukumnya FRENLY Kalah Di Putaran Ke 2

Share This
NEWS

Jarot Syaiful Jarot Syaiful: Haram Hukumnya FRENLY Kalah Di Putaran Ke 2sergapntt.com, KUPANG – Jarot Syaiful, salah satu pengurus DPP PDI Perjuangan, mengatakan, pasangan Frans Lebu Raya – Beni A. Litelnony (FRENLY) sudah sepantasnya menang di putaran ke 2 Pilgub NTT.

Sebab, selain mendulang suara cukup signifikan di putaran pertama, kini FRENLY juga didukung oleh Christian Rotok dan Benny Kabur Harman – Wellem Nope (BKH-Nope).

Di putaran pertama FRENLY memperoleh 681.273 suara (29,80 %), disusul Esthon Paul 515. 836 suara (22,56 %), Ibrahim Medah- Melki Laka Lena (TUNAS) 514.173 (22,49 %), Christian Rotok- Paul Liyanto 332.569 (14,55 %), dan Beny Kabur Harman- Welem Nope (BKH – Nope) 242.610 (10,61 %).

“Kalau PDIP kalah dengan Gerindra, kalian tidur saja di rumah. Haram hukumnya FRENLY kalah di putaran ke 2. Karena sudah unggul di putaran pertama, maka harus unggul juga di putaran kedua. Hal itu sama dengan Pilgub DKI kemarin,” kata Jarot kepada para pengurus PDI Perjuangan dalam rapat kerja daerah (rakerda) PDI Perjuangan NTT di Hotel Sasando Kupang, Sabtu (6/4/13) sore.

Menurut Jarot, menghadapi putaran ke 2 nanti, ada empat hal yang harus diperhatikan jajaran PDI Perjuangan di seluruh NTT, yakni semua pengurus partai harus solid, loyal untuk gerakan partai, bekerja gotong royong secara maksimal, dan turun ke kampung-kampung guna membuka akses komunikasi dengan masyarakat, serta semua tim sukses pasangan CRISTAL dan BKH –Nope.

by. jokel

KOMENTAR PEMBACA
Dion Lamalewa says:

Sangat logis dr sisi politis. Kalau Esthon dianggap layak memimpin NTT, krn kinerja sbg Wagub NTT maka logikanya yg paling layak adalah Frans LR. Realistisnya kurang lbh seperti ini. Dan memilih Frenly bukan berarti mengkleim Esthon tdk baik.

Yusuf Manu says:

Omong Besar sa>>>>>