Jonas Salen: Saya Akan Ingat Pesan Gubernur,,,!
sergapntt.com, KUPANG – Walikota Kupang terpilih, Jonas Salean mengaku akan selalu mengingat pesan Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya saat melantik dirinya sebagai Walikota Kupang pada 1 Agustus 2012. Bahkan pesan sang gubernur itu akan ia jadikan acuan untuk memimpin Kota Kupang lima tahun kedepan.
“Saya akan ingat pesan gubernur. Kejadian yang lalu biarlah berlalu. Walaupun sebenarnya saya juga sakit hati ketika saya diperlakukan tidak adil saat itu,” ujar Jonas Salean saat bincang-bincang dengan wartawan di ruang rapat Garuda Kantor Walikota Kupang, Kamis (2/8/12).
Ya,,, lima tahun lalu Jonas sempat ‘didepak’ oleh Daniel Adoe, Walikota Kupang saat itu. Sebagai mantan Sekda Kota Kupang saat itu, Jonas sempat beberapa bulan non job dan tak memiliki kantor. Ia sempat berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar dirinya ditarik menjadi staf di Depertemen Dalam Negeri (Depdagri). Tapi belakangan ia dipercayakan oleh Frans Lebu Raya sebagai Staf Ahli Gubernur NTT hingga dirinya terpilih menjadi Walikota Kupang pada 27 Juni 2012.

Mantan Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe – Drs. Daniel Hurek saat mengikuti acara pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Kupang terpilih periode 2012-2017, Jonas Salean dan Herman Man di gedung DPRD Kota Kupang 1 Agustus 2012
Walau begitu Jonas Salean mengatakan dirinya tidak dendam terhadap Daniel Adoe, termasuk terhadap para pejabat dan PNS di Kota Kupang yang saat suksesi berlangsung tidak mendukung dirinya.
“Itulah poilitik. Itulah demokrasi. Yang lalu biarlah berlalu seiring tiupan angin. Kedepan kita harus utamakan kepentingan rakyat. Saya akan rangkul semua untuk bangun Kota Kupang ke arah yang lebih baik,” tegasnya.
Kedepan, kata Jonas, dirinya dan Herman Man, juga akan melakukan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.
“Demi profesionalitas kerja, maka mutasi (pejabat) akan saya lakukan. Disiplin PNS akan saya tingkatkan. Karena dengan disiplin, kinerja akan semakin baik. Kalau kinerja makin baik, tentu pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik pula,” ucapnya.
Jonas mengakui, pesan gubernur saat melantik dirinya sebagai Walikota Kupang adalah nasehat yang baik. Sebab, dalam menjalankan roda pemerintahan, kekompakkan antara walikota dan wakil walikota harus tetap dikedepankan.
Apalagi pesan gubernur bukan tanpa alasan. Sebab, di NTT terdapat beberapa bupati dan wakil bupati yang cecok dalam kebersamaan mereka. Misalnya bupati dan wakil bupati Ende dan Lembata. Karena ego masing-masing, mereka tercerai berai. Dampaknya, masyarakat terkotak-kotak dan pembangunan tidak berjalan sesuai harapan yang diidam-idamkan rakyat.
Jonas yakin, dalam kepemimpinannya bersama Herman Man, Kota Kupang akan lebih baik.
Dia akan membenahi kembali tatanan sosial yang cedera akibat pilkada. Termasuk membangun soliditas dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, pers, serta komponen kemasyarakatan lainnya agar bisa bersama-sama bergandeng tangan membangun Kota Kupang.
Ia akan memberikan dirinya untuk melayani dengan rendah hati, sebagaimana persahabatan yang terajut melalui hangatnya SALAM.
by. cos/jk
![SERGAP NTT [Media Revolusi]](http://www.sergapntt.com/foto/2012/02/sergapntt.png)


















![Redaksi SERGAP NTT [Media Revolusi]](http://www.sergapntt.com/foto/2013/04/Facebook.jpg)
