SERGAP NTT - Sun, May 20th, 2012

Kain Tenun Sumba Tengah Sedang Diverifikasi UNESCO

Share This
NEWS

tenun sumba tengah1 350x187 Kain Tenun Sumba Tengah Sedang Diverifikasi UNESCO  sergapntt.com – Ketua Umum Cita Tenun Indonesia, Okke Hatta Rajasa mengatakan tenun Sumba Tengah sedang diverifikasi oleh UNESCO untuk mendapat pengakuan sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) dari Indonesia.

“Proses verikasi memakan waktu sekitar satu tahun, sehingga baru pada 2013, kita harapkan pengakuan dari UNESCO untuk tenun Sumba sebagai sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) dari Indonesia dapat diumumkan,” ujarnya, Jumat lalu.

Ditemui disela-sela ajang promosi perdagangan, pariwisata dan investasi (Trade, Tourism, and Investment/TTI) yang diselenggarakan KBRI China dan Mongolia, ia mengatakan tenun Sumba didaftarkan ke UNESCO dengan nama resmi Tenun Ikat Sumba Indonesia.

Dipilihnya tenun Sumba untuk didaftarkan ke UNESCO karena tenun Sumba mewakili seluruh tenun yang dimiliki sejumlah wilayah di Indonesia, dari segi teknik pembuatannya dan tekstur.

“Tenun Sumba dapat dibuat dengan tiga teknik tenun datar yang hampir dapat ditemui di sejumlah daerah dikombinasikan dengan songket, ikat dan teknik lainnya seperti batik,” ungkapnya.

Tenun Sumba juga dapat dibuat seperti songket dan ikat. “Karenanya tenun Sumba dapat mewakili seluruh tenun yang ada di sejumlah daerah di Indonesia, dan karena itu kita daftarkan ke UNESCO,” tutur Okke.

Dalam ajang TTI yang digelar KBRI di Beijing, CTI menampilkan sejumlah kain tenun dari beberapa daerah seperti tenun Rangrang (Bali), tenun Sumba, dan tenun Garut baik dalam bentuk kain, selendang, maupun dalam bentuk lain seperti taplak dan sarung bantal kursi.

Selain itu, CTI juga memperagakan pembuatan tenun Garut dan menampilkan pergelaran busana dari tenun dengan menggandeng perancang busana kondang Sebastian Gunawan dan Priyo Oktaviano.

by. is/ant

Komentar ANDA?

DISCLAIMER : Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Untuk pengutipan berita wajib mencantumkan link portal SERGAP NTT.Terima Kasih. GBU