SERGAP NTT - Thu, Aug 9th, 2012

KPK Diminta Periksa Dugaan KKN di Pelabuhan Atapupu

Share This
NEWS

atapupu1 350x234 KPK Diminta Periksa Dugaan KKN di Pelabuhan Atapupu  sergapntt.com, KUPANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta sekaligus ditantang untuk memeriksa dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang terjadi di Kantor Pelabuhan (Kanpel) Atapupu, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pasalnya, pengerjaan proyek di dermaga yang letaknya berbatasan langsung dengan negara Timor Leste itu setiap tahun terindikasi KKN, tapi tak pernah tersentuh aparat penegak hukum.

“Pengerjaan proyek di pelabuhan ini bisa dibilang penuh dengan rekayasa. Di akhir pengerjaan proyek tahun 2011 lalu, antara pimpinan dan staf di kantor itu pernah ribut besar gara-gara kepala kantor tidak adil bagi fee proyek. Kepala kantor gepe semua fee proyek yang dihadiahkan oleh kontraktor,”beber Anis Seran, salah seorang pegiat LSM di Atambua, belum lama ini.

Selain proyek tahun2011, kata Anis, aroma korupsi juga sedang terjadi dalam proyek tahun 2012 senilai Rp27 milyar lebih yang dikelolah oleh kanpel Atapupu.

“Tahun ini proyek yang dikelola Kanpel Atapupu terbagi di dua tempat. Pertama, pengerjaan lapangan penumpukan, pagar dan gapura di dermaga Atapupu senilai Rp22.364.150.000 yang dikerjakan oleh PT. Darma Kasih Sentosa, dan pengembangan fasilitas di dermaga Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) senilai Rp4.866.230.000 yang dikerjakan oleh Garuda Abadi Jaya Karya,” paparnya.

atapupu2 350x234 KPK Diminta Periksa Dugaan KKN di Pelabuhan Atapupu  Anis meminta KPK segera mengendus dugaan KKN tersebut. Jika terbukti, segera tangkap para mafia proyek itu “Kalau KPK masih lama, polisi atau jaksa segera turun lapangan. Karena para pengelola proyek di dermaga itu mengaku mereka kebal hukum,” ucapnya.

Hal lain yang menggelikan, lanjut Anis, selama proyek berlangsung, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Panitia Proyek tak pernah menampakan batang hidungnya di lokasi proyek. Mereka baru turun ke lokasi proyek setelah dikritisi oleh sejumlah kalangan, termasuk LSM dan Pers.

Hal ini dibenarkan juga oleh sejumlah staf Kanpel Atapupu. Kepada sergapntt.com mereka mengaku tak pernah tahu menahu soal keberadaan proyek di pelabuhan Atapupu dan Wini. Sebab, semuanya ditangani langsung oleh Kepala Kanpel Atapupu, Simon Baon dan dikerjakan dengan sangat rahasia oleh Kakanpel, PPK, Panitia dan Kontraktor.

“Beberapa waktu lalu ketika saya bertemu dengan PPK dan Panitia di Kupang, saya sindir mereka, bapak dong ini, jangan tanam dan petik di Atapupu, tapi nikmatnya di Kupang. Masa tidak pernah sekalipun tengok itu proyek. Setelah itu baru mereka datang ke lokasi. Tapi ironisnya, ketika sampai di lokasi, teman-teman saya yang lain tanya, ini proyek ada kontraknya atau tidak? Bukannya mereka jawab baik-baik, eh,,, itu Sekretaris Panitia Proyek justru tantang teman saya untuk beradu jotos. Ada apa ini????,” ujar salah seorang staf Kanpel Atapupu seraya meminta namanya tidak ditulis.

Hal yang sama diakui juga oleh PLH Kakanpel Atapupu, Lodovikus Seran. “Saya tidak pernah lihat itu kontrak, yang kami lihat hanya proyek sedang dikerjakan,” ujar Lodovikus.

Seran juga mengaku tak tahu menahu soal pelelangan, termasuk presentase fisik pengerjaan proyek tersebut. “Saya tidak tahu pak. Itu mesti tanya Kakanpel,” elaknya.

Sayang, Kakanpel Atapupu, Simon Baon tidak berhasil dihubungi, walaupun telah berkali-kali dikontak melalui handphonenya. “Pak Simon jarang ada di Atapupu. Dia lebih banyak berada di Sumba, Kupang atau Jakarta,” papar salah seorang staf Kanpel Atapupu.

by. jo/eh

RUANG DISKUSI - Mari Kita Saling Menghormati Satu Sama Lain. SILAKAN berdiskusi sesuai topik berita di atas. TERIMA KASIH. GBU All.