SERGAP NTT - Wed, Sep 19th, 2012

NTT Tempat Transit Paling Nyaman Bagi Pencari Suaka ke Australia

Share This
NEWS

pintu keluar ntt NTT Tempat Transit Paling Nyaman Bagi Pencari Suaka ke Australia  sergapntt.com, KUPANG –  NTT mulai dijadikan sebagai tempat transit utama bagi para pencari suaka ke Australia. Ini karena tingkat pengawasan terhadap  lalulintas orang di NTT sangat rendah.

Kondisi ini terungkap dalam forum diskusi Indonesia – Australia Joint Awareness Campaign on Anti People Smuggling di Kupang, 19 September 2012.

Menurut Sekda Provinsi NTT, masalah People Suggling atau penyelundupan manusia bukanlah hal baru di NTT. Praktek penyelundupan orang telah meningkat dalam beberapa dekade terakhir, khususnya dari NTT menuju Australia.

“Seiring dengan meningkatnya jumlah imigran illegal yang hendak mencari suaka politik di Australia, yang paling memprihatinkan, khususnya Nusa Tenggara Timur, disebut-sebut menjadi daerah transit paling nyaman untuk para pencari suaka, karena dekat dengan negara tujuan para imigran,” ujar Salem.

Karena itu, kata Salem, upaya preventif harus terus dilakukan untuk mencegah terjadinya people smuggling, antara lain mendorong stabilitas dan pertumbuhan ekonomi negara asal para imigran.

“Sehingga secara bertahap dapat mengurangi eksodus ke luar negeri secara illegal,” ucapnya, berharap.

Sementara itu Direktur jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Indonesia, Chalief Akbar menjelaskan, kegiatan yang digelar di Kupang ini sebagai implementasi kesepakatan antara Presiden RI dengan Perdana Menteri Australia di Darwin 2-3 Juli 2012 dalam kesepakatan kerjasama pada Indonesia – Australia Annual Leader’s Meeting.

“Kegiatan yang juga melibatkan para nelayan tradisional dan ABK  ini bertujuan mencegah dan mengurangi keterlibatan nelayan atau awak kapal WNI dalam tindakan illegal penyelundupan manusia,” katanya.

Ia menambahkan, penyelundupan manusia telah menjadi lahan bisnis tersendiri yang sangat mwenguntungkan.

IOM mencatat, masalah itu merupakan “sisi gelap” dari globaisasi, yang kian tumbuh dan berkembang, dan juga menimbulkan masalah baru bagi negara tempat mereka meminta suaka.

Terkait masalah penyelundupan manusia , Duta Besar RI untuk Australia, Primo Alui Joelianto, mengakui, sejak September 2008 hingga saat ini, hampir seluruh pembawa imigran illegal adalah nelayan atau Anak Buah Kapal (ABK) berasal dari Indonesia.

Hal ini, menurut Dubes Joelianto, terlihat dari jumlah ABK yang ditangkap di Australia sebanyak 881 orang. Hingga awal September 2012 masih terdapat 410 ABK dewasa dan 26  ABK dibawah umur  yang ditahan di detensi imigrasi dan berbagai penjara di seluruh negara bagian di Australia. Sedangkan jumlah ABK yang sudah dipulangkan sebanyak 471 orang.

“Yang lebih memprihatinkan, dari jumlah di atas, sebanyak 267 adalah ABK  di bawah umur yang ikut menjadi pelaku penyelundupan manusia dari Indonesia ke Australia,” ujarnya.

Ia mengaku, dilihat dari sebaran daerah asal ABK WNI yang terlibat dalam kasus penyelundupan manusia, antara lain Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, NTB,Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Banten dan Maluku.

by. avi 

RUANG DISKUSI - Mari Kita Saling Menghormati Satu Sama Lain. SILAKAN berdiskusi sesuai topik berita di atas. TERIMA KASIH. GBU All.