SERGAP NTT - Thu, Jan 14th, 2016

Pekerjaan Dermaga Feri Pantai Baru Belum Selesai dan Disinyalir Dibuat Asal Jadi

Share This
NEWS
Pekerjaan ini diduga dikerjakan asal jadi, sebab pada sisi kiri dan kanan tembok  sudah menglami keretakan besar, padahal usia pekerjaan itu baru satu minggu.

Pekerjaan ini diduga dikerjakan asal jadi, sebab di beberapa bagian tembok sudah mengalami keretakan besar, padahal usia pekerjaan baru satu minggu.

sergapntt.com, BA’A – Pekerjaan pelabuhan feri plensenggan (darurat) di  Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao hingga kini belum juga selesai. Sudah begitu, proyek yang bersumber dari ASDP senilai kurang lebih Rp500 juta itu disinyalir dibuat asal jadi.

Realisasi pekerjaan proyek yang dimulai sejak Agustus 2015 itu, hingga kini baru mencapai 60 persen. Padahal masa kerja sesuai kontrak harus sudah berakhir sejak 13 Desember 2015 lalu.

Nanang, pengawas lapangan (PL) proyek dermaga Pantai baru yang dihubungi via phone mengakui kalau pekerjaan baru mencapai 60 persen. “Masih terdapat item pekerjaan untuk mencapai 100 persen,” katanya.

Nanang menjelaskan, keterlambatan pekerjaan tersebut disebabkan oleh ketiadaan material (batu). Hal itu karena ketersediaan batu di sekitar lokasi proyek sangat sulit didapat. Itu sebabnya batu terpaksa dibeli langsung dari pengumpul yang lokasinya berbeda-beda.

“Kitong pi beli tapi masih tunggu. Sudah kumpul baru bisa di droping ke lokasi kerja. Hal ini salah satu kendala,” kata Nanang

Kepala supervisior pelabuhan Feri Pantai Baru Abang Mustafa, berharap, pekerjaan dermaga Pantai Baru dapat selesai sebelum musim hujan normal dan datangnya badai.

Sejauh ini pekerjaan dermaga itu baru mencapai pekerjaan bronjongan (sebagai sayap tembok penahan) dan pembesian untuk proses pengecoran. Namun di pekerjaan ini diduga dikerjakan asal jadi, sebab pada sisi kiri dan kanan tembok  sudah menglami keretakan besar, padahal usia pekerjaan itu baru satu minggu.

Di pekerjaan ini, seharusnya kontraktor menggunakan batu padat, tapi yang dipakai adalah batu karang. Ironisnya lagi, papan proyek sebagai papan informasi publik tidak dipasang oleh kontraktor sejak awal pelaksanaan proyek.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari GM ASDP Kupang, Arnoldus Yansen. Hingga berita ini diturunkan, Yansen belum berhasil dihubungi. (Jon Henuk)

RUANG DISKUSI - Mari Kita Saling Menghormati Satu Sama Lain. SILAKAN berdiskusi sesuai topik berita di atas. TERIMA KASIH. GBU All.