SERGAP NTT - Fri, Jul 20th, 2012

Program “Anggur Merah” Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Ende

Share This
Dadi Hildebertus 350x230 Program “Anggur Merah” Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Ende

Kepala BPP Kelimutu, Dadi Hildebertus

sergapntt.com, KELIMUTU – Dadi Hildebertus, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende mengaku keberadaan program desa “Anggur Merah” yang diluncurkan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Frans Lebu Raya – Esthon Foenay sejak tahun 2011 lalu telah mampu meningkatkan ekonomi masyarakat Ende, khususnya masyarakat 2 desa di Kecamatan Kelimutu, yakni Desa Woloara dan Nuamuri Barat.

“Anggur Merah menunjukan frame yang baik. Ada peningkatan ekonomi masyarakat. Ini dibuktikan dengan mulai banyak masyarakat yang mampu menyekolahkan anak. Urusan adat mulai teratasi. Bahkan kolekte hari minggu di gereja terus ada peningkatan. Yang kemarin biasanya hanya Rp100 sampai Rp200 ribu, sekarang sudah mencapai Rp500 sampai Rp700 ribu. Jujur,,,,,, ini karena anggur merah,” ujar Hildebertus saat bincang-bincang dengan sergapntt.com di Moni, Kelimutu, Ende, (20/7/12).

Menurut Hildebertus, selama ini Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) Program Desa Anggur Merah yang berada di Desa Woloara dan Nuamuri Barat selalu bekerjasama dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Kelimutu, terutama dalam kegiatan-kegiatan penyuluhan.

“Selama ini kami selalu dilibatkan dalam program anggur merah. Terutama dalam kegiatan sosialisasi atau penyuluhan-penyuluhan tentang program anggur merah,” ucapnya.

frans lebu raya bertemu dengan pkm se kabupaten ende 350x234 Program “Anggur Merah” Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Ende

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya saat bertemu dengan para Pendamping Kelompok Masyarakat (PKM) Program Desa Anggur Merah se Kabupaten Ende di Ende, Rabu (18/7/12)

Hildebertus menjelaskan, tugas PKM yang selalu dibantu PPL antara lain memfasilitasi proses identifikasi dan pembentukan kelompok usaha ekonomi produktif masyarakat, membantu mengidentifikasi jenis usaha ekonomi produktif yang akan dikembangkan, memberikan pendampingan dan bimbingan kepada masyarakat/kelompok dalam menjalankan usaha ekonomi produktifnya, membantu penataan administrasi dan pelaporan perkembangan kegiatan usaha kelompok ekonomi produktif masyarakat, dan melakukan dokumentasi terhadap perkembangan pelaksanaan kegiatan kelompok, termasuk metode dan pendekatan yang digunakan.

“Program ini bagus sekali. Kalau bisa dipertahankan. Kami rasakan sekali dampak positif dari program ini,” kata Hildebertus.

Ironisnya, apa yang diakui Hildebertus ini sering dipolitisir dan tidak diakui oleh lawan politik Frans – Esthon (FREN). Terutama oleh sejumlah Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang akan uji balap dengan FREN di lintasan suksesi Pemilihan Gubernur NTT 2013-2018. “Biasalahhhhhhhh hhhhhhh. Politik begitu sudahhhhh,” tambah Hildebertus.

by. cis

RUANG DISKUSI - Mari Kita Saling Menghormati Satu Sama Lain. SILAKAN berdiskusi sesuai topik berita di atas. TERIMA KASIH. GBU All.
ABDUL RASYID MANGKOP says:

Kami di Desa Blangmerang Kec.Pantar Barat Kab.Alor siap Memenangkan Paket Frenly pada PemiluKada Tanggal 18 Maret 2013. Semoga Bapak fRANS LEBURAYA Terpilih lagi menjadi gubernur NTT 2013- 2018

meax says:

anggur merah perlu lebih konsisten lagi dalam menjalankan prinsip menentukan pendamping kelompok masyarakat, kalu memeng bertujuan memilih orang yang benar-benar mamahami dan mengetahui potesi masyrakat di desa maka jangan menentukan pendamping yang berasal dari belahan bumi yang tidak jelas asal usulnya, sedangkan anak-anak desa di buang begitu saja.

maximilian B. Resi says:

perkembangan pertanian indonesia sangat meningkat, namun perkembangan yang terdpat pada wilayah NTT sangatlah minim, hal tersebut di karenakan sifat dan mental yang brpikir gengsi.oleh karena itu, diharapkan pertanian di NTT khususnnya di Moni, kec, kelimutu-ende flores dapat berubah yang mengarah pada kemujuan.