SERGAP NTT - Thu, Jul 19th, 2012

Putus Cinta, Siswi SMUK Baleriwu Bunuh Diri

Share This
NEWS
Kanit Reskrim Polsek Aesesa 350x196 Putus Cinta, Siswi SMUK Baleriwu Bunuh Diri

Kanit Reskrim Polsek Aesesa, Iptu. Imanuel Sinaga, SH sedang meminta keterangan dokter Puskesmas Danga tentang sebab-sebab kematian Theresia

sergapntt.com, MBAY – Sungguh malang nasib Theresia O’o, siswi kelas 3 SMUK Baleriwu Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Gara-gara putus cinta, gadis manis asal Desa Watugase, Kecamatan Boawae, Nagekeo itu nekad menelan obat malaria sebanyak 26 tablet. Kendati sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

Informasi yang dihimpun sergapntt.com menyebutkan, selama ini Theresia menjalin cinta dengan Dus, pria pujaanya yang berprofesi sebagai kernet bus. Hubungan mereka kemudian berbuah kehamilan. Theresia lantas meminta pertanggungjawaban Dus. Tapi jawaban Dus tidak sesuai harapan. Dus mangkir. Dari balik telepon, Dus mengaku tak ingin lagi menjalin cinta dengan Theresia. Karena kesal dan malu, Theresia lantas meminum 26 tablet obat malaria. Kelurga sempat melarikan Theresia ke Puskesmas Danga. Namun nyawanya tak tertolong. Ia menghembuskan nafas terakhir pada pukul 10.58 WITENG pada Rabu (18/7/12).

Menurut keluarga korban, yakni Patricia Vesa dan Trisanti Leda, setelah mengkonsumsi obat, Theresia didapati sedang muntah-muntah. Karena takut, mereka lantas melarikan Theresia ke Puskesmas.

“Kami panik. Kejadiannya begitu mendadak. Karena takut terjadi seuatu yang tidak diinginkan kami lalu antar dia ke Puskesmas Danga. Sesampainya di Puskesmas, oleh petugas medis langsung memberikan pertolongan. Tapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil.Tepat pukul 10.58 Theresia menghembuskan nafasnya terakhirnya,” beber Patricia.

Kepala Puskesmas Danga Dr. Amri Tanaka  mengatakan, ketika theresia tiba di Puskesmas, kondisinya sangat lemah akibat muntah-muntah.

“Setelah melihat gejala yang dialami, kami menyimpulkan Theresia over dosis. Kami sudah berupaya maksimal, tapi rupanya Tuhan Berkendak lain,” ucapnya.

Aci Melda, pengasuh Theresia kepada sergapntt.com mengaku, saat kejadia ia tidak berada di tempat. “ Waktu kejadian saya sedang pergi belanja di kios,” ujarnya.

Kata Aci Melda, Theresia diasuhnya sejak Theresia menamatkan sekolah di salah satu SMP di Boawae.

“Theresia sudah saya anggap seperti anak saya sendiri.Theresia itu anaknya pendiam dan penurut. Satu tahun setelah dia tinggal dengan saya, saya lalu masukan dia sekolah di SMUK Baleriwu. Semua ongkos saya yang tanggung. Saya tidak menduga berakhir seperti ini. Saya hanya berdoa semoga arwahnya diterima disisi Tuhan,” imbuhnya.

Kasus tersebut sedang ditangani Polsek Aesesa. “Kita sedang lidik untuk mengetahui pasti penyebab kematiannya,” ujar Kapolres Ngada, AKBP. Daniel  R. Yudoruhoro melalui Kanit Reskrim Polsek Aesesa Iptu. Imanuel Sinaga, SH.

by. sherif    

Baca 2 Comments
Komentar ANDA?
  1. ruiz says:

    sangat di sayangkan kejadian ini,,,
    ini menjadi pelajaran bagi orang tua,, pemerintah dalam hal ini dinas terkait,, untuk lebih pekah terhadap hal-hal semacam ini,,
    bagi orang tua cobah lebih memperhatikan anak-anak,,, berikan nasihat,, berusaha selalu memperhatikan kegiatan anak di luar,,, yang pasti tanpa kekerasan,,,, oke.

  2. Ichad says:

    Anak jaman skarang memang tidak brpikir pnjang.

Komentar ANDA?

DISCLAIMER : Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Untuk pengutipan berita wajib mencantumkan link portal SERGAP NTT.Terima Kasih. GBU