SERGAP NTT - Sun, Jul 1st, 2012

SDN Kota Baru dan Lu’lu Memiliki Dua Gedung Perpustakaan

Share This

perpustakaan SDN LuLu 350x262 SDN Kota Baru dan Lu’lu Memiliki Dua Gedung Perpustakaan  sergapntt.com, KEFA – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kota Baru yang berada di Desa Niola, Kecamatan Bikomi Selatan, dan SDN Lu’Lu di Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), masing-masing memiliki dua gedung perpustakaan. Satu gedungnya dibangun pada tahun 2009 dan yang satunya lagi pada 2011.

Keberadaan dua gedung perpustakaan di satu sekolah ini mengherankan Pansus DPRD TTU. Ironisnya lagi, gedung-gedung tersebut dibiarkan kosong alias tidak dilengkapi dengan alat kelengkapan perpustakaan, seperti buku bacaan dan lain-lain.

“Kita heran ko.., bisa satu sekolah ada dua gedung perpustakaan. Ini namanya kerja asal jadi tidak ada koordinasi dan perencanaan yang tepat. Semestinya Dinas teknis harus punya data yang akurat sehingga modelnya tidak seperti sekarang, satu sekolah koq dibangun dua perpustakaan,”kritik Sekretaris Pansus DPRD TTU, John Salem.

Menurut Salem, pemerintah (Dinas PPO) semestinya bertanggungjawab atas tumpang tindih penempatan gedung itu. Pasalnya, dinas inilah yang memiliki kewewenangan untuk mengusulkan data ke pemerintah pusat bahkan melakukan survei kelayakan terkait penentuan lokasi gedung yang di bangun itu.

“Kita minta Dinas teknis harus bertangungjawab karena mereka yang mengusulkan data, mengirim data dan melakukan survei kelayakan,”tandasnya.

Salem yang juga ketua DPC Demokrat TTU  menuturkan, semestinya dinas teknis punya data akurat terkait kebutuhan sarana dan fasilitas penunjang di sekolah itu termasuk semua sekolah di TTU. Misalnya, berapa jumlah ruang kelas yang butuh renovasi, berapa kekurangan ruang kelas, berapa ruang komputer, laboratorium termasuk rumah mes guru dan sarana penunjang lainnya. Sehingga semua sasaran bantuan fisik dan non fisik bisa tepat sesuai kebutuhan sekolah dan tidak terjadi tumpang tindih seperti yang terjadi sekarang ini.

“Bagaimana kita bicara mutu dan kualitas pendidikan, sementara dinas teknis kerja asal jadi, hanya untuk menghabiskan bantuan anggaran pusat itu,” tohoknya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina TK/SD, Dinas PPO, Edmundus Fallo, saat dikonfirmasi terpisah mengaku pihaknya memiliki data akurat terkait kondisi bangunan fisik semua sekolah baik itu tingkat TK maukun SD di TTU. Dikatakan, justru data itulah yang dijadikan rujukan untuk mengusulkan ke pusat untuk memperoleh bantuan. Selain itu, Fallo mengaku, pihaknya juga melakukan survey kelayakan.

Fallo tak mengingkari bahwa ada dua gedung yang sama yang dibangun di satu lokasi. “Sebab item kegiatan fisik yang dikerjakan tahun 2011 jumlahnya cukup banyak. Sehingga tidak heran bila ada kecolongan penempatan perpustakaan yang memiliki kesamaan manfaat ada pada satu lokasi sekolah. Setahu saya dua perpustakaan yang dibangun itu hanya di SDN Kota Baru. Kalau sekarang ada lagi di SDN Lu’Lu, itu saya belum tahu. Nanti kita akan cros cek benar atau tidak. Ya.., memang kita kecolongan karena jumlah item paket fisik yang dikerjakan tahun 2011 lalu jumlahnya cukup banyak. Bayangkan tahun 2011 lalu kita tanganai paket kegiatan mulai tahun anggaran 2008, 2010 dan 2011,”jelas Fallo.

Fallo, yang juga Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) dinas PPO tahun 2011 mengatakan, salah satu unit bangunan tersebut akan dialih fungsikan sesuai kebutuhan sekolah, bisa dibuat sebagai ruang guru, ruang kepala sekolah,ruang komputer atau ruang laboratorium.

Bupati TTU, Raymundus S. Fernandes saat di konfirmasi terpisah,  mengakui adanya pembangunan fisik gedung yang memiliki kesamaan manfaat. Terkait hal itu ia menghimbau dinas teknis untuk membenahi dan memverivikasi keakuratan data fisik dan non fisik di dinas PPO. Selain Dinas PPO, dinas-dinas lain atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTU diingatkan untuk segera membenahi semua data, sehingga kesalahan yang sama tidak terjadi lagi.

“Kalau ada data akurat maka tentu tidak ada kesalahan, tidak ada penyimpangan. Sehingga kita akan minta semua SKPD untuk membenahi datanya,”jelas Bupati Ray.

by. atuis

KOMENTAR PEMBACA