SERGAP NTT - Fri, Aug 10th, 2012

Setelah 16 Tentaranya Ditembak Mati, Mesir Buka Kembali Jalur Gaza

Share This
NEWS

tentara mesir Setelah 16 Tentaranya Ditembak Mati, Mesir Buka Kembali Jalur Gaza  sergapntt.com, SINAI – Mesir telah membuka kembali daerah perbatasan di Jalur Gaza yang ditutup setelah 16 tentara Mesir tewas ditembak mati oleh kelompok jihad di bawah naungan Hamas di Semenanjung Sinai. Toh begitu, hanya warga Palestina yang ingin kembali ke Gaza saja yang diizinkan melewati perbatasan Rafah.

Selain menewaskan 16 tentara Mesir, kelompok jihad Hamas juga mencuri dua kendaraan lapis baja dan membawanya masuk ke wilayah Israel.

Menurut pejabat medis Mesir, para pelaku berpakaian etnis Bedouin mengendarai dua mobil dan melepas tembakan ke pos pemeriksaan dekat perbatasan Karm Abu Salem pada Minggu, 5 Agustus waktu setempat. Menurut Kementerian Kesehatan Mesir, 16 tentara dan penjaga perbatasan tewas dalam insiden itu.

Buntut insiden ini, Mesir menutup wilayah perbatasan Rafah dengan Jalur Gaza. Kantor berita resmi Mesir, MENA seperti dilansir AFP, Senin (6/8/2012), menyebut para pelaku merupakan “para elemen jihad” dari wilayah Jalur Gaza yang dikuasai kelompok Hamas.

“Para elemen jihad menyusup dari Gaza lewat terowongan-terowongan dengan bekerja sama dengan para elemen jihad di daerah Al-Mahdiya dan Gabal Halal di wilayah Mesir,” demikian dilaporkan MENA.

“Mereka menyerang pos perbatasan ketika para prajurit dan petugas tengah berbuka puasa,” demikian disampaikan MENA mengutip seorang pejabat Mesir yang tak disebutkan namanya.

Namun kelompok Hamas membantah bahwa para militan dari Gaza terlibat dalam serangan itu. “Kami mengecam kejahatan buruk yang menewaskan para prajurit Mesir ini, dan menyampaikan belasungkawa kami untuk para keluarga korban, untuk pemimpin Mesir dan rakyat Mesir,” demikian pernyataan pejabat Hamas tersebut.

“Perbatasan antara Mesir dan Gaza dilindungi. Kami menutup terowongan-terowongan untuk mencegah siapapun lolos ke Gaza dan kami telah menyiagakan pasukan kami,” ujar seorang pejabat Hamas di Gaza.

Sementara itu, televisi Mesir, Nile TV, melaporkan tentara Mesir telah menahan sembilan orang di Sinai di tengah operasi keamanan yang terus ditingkatkan.

Dalam perkembangan lain, para pemuka Baduwi di semenanjung Sinai sepakat untuk membantu memulihkan keamanan di kawasan yang berbatasan dengan Jalur Gaza dan Israel itu.

Dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Mesir Ahmed Gamal al-Din, mereka juga menyatakan dukungan atas rencana untuk menghancurkan terowongan yang sering digunakan untuk penyelundupan ke Gaza.

Langkah itu dilakukan di tengah pengerahan pasukan Mesir di kawasan itu dalam operasi untuk menekan militan Islamis yang berada di sana.

Kini Mesir mulai mengerahkan pasukan tambahan, tank-tank dan juga kendaraan lapis baja lain.

Mendagri Gamal al-Din bertemu dengan para pemuka Baduwi hari Kamis malam di al-Arish, sekitar 50km di barat perbatasan Gaza, untuk meminta dukungan mereka.

Ia mengatakan kepada para wartawan, “Dengan bantuan mereka (yang tinggal di Sinai), misi ini akan berhasil”.

Sheikh Atef Zayed, anggota suku Al-Rishad, mengatakan semua yang hadir mendukung operasi militer.

“Keamanan Mesir adalah bagian dari keamanan Sinai,” kata Zayed seperti dikutip kantor berita Reuters.

Anggota kelompok lain, Eid Abu Marzuka, mengatakan mereka juga sepakat bahwa terowongan ke Gaza harus dihancurkan.

“Biarlah Hamas marah, kami tidak peduli,” katanya tentang kelompok Hamas yang berkuasa di Gaza.

Marzuka mengatakan kontak Israel dengan Palestina di Gaza harus melalui perbatasan resmi Rafah.

“Kami menentang penyelundupan, dan menentang pengepungan,” tambahnya mengacu pada blokade Israel terhadap daerah kantung itu.

Kelompok militan yang melakukan penyerangan diduga menggunakan terowongan untuk melarikan diri. Kantor berita Mena melaporkan tentara juga telah mengepung terowongan itu.

by. bbc/dtk

Komentar ANDA?

DISCLAIMER : Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Untuk pengutipan berita wajib mencantumkan link portal SERGAP NTT.Terima Kasih. GBU