SERGAP NTT - Wed, Jun 6th, 2012

Tiap Hari Ke Sekolah, Anak SD Mbatakapidu Berjalan Kaki 8 KM

Share This
NEWS

wangapu11 350x261 Tiap Hari Ke Sekolah, Anak SD Mbatakapidu Berjalan Kaki 8 KM  sergapntt.com, WAINGAPU – Kemiskinan terkadang meyesakan. Apalagi jika keberadaan  pemerintah hanya menjadi simbol di tengah keterpurukan hidup masyarakat. Misalnya yang dialami anak-anak SD Mbatakapidu yang berasal dari kampung Uhu Mutung dan Manurara, Desa Mbatakapidu, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Setiap hari, generasi penerus bangsa ini harus rela berjalan kaki sejauh delapan (8) kilo meter (KM) hanya untuk pergi ke sekolah. Itu artinya, 16 KM menjadi jarak wajib yang mesti dilakoni setiap hari.  “Ya, PP (pulang-pergi) 16 kilo meter,” ujar David, salah satu siswa SD Mbatakapidu.

Selain jarak yang jauh, David cs harus melewati jalan beraspal kasar dan menerobos padang belukar. Letih? Sudah pasti menjadi menu harian mereka, seragam lusuh dan tak lengkap sudah menjadi kondisi keseharian mereka. Tapi semangat untuk belajar demi mencapai cita-cita dan masa depan yang lebih cerah, tak pernah luntur dari anak-anak desa ini.

“Saya dengan kawan-kawan tiap hari ikut ini jalan kalau pergi dan pulang sekolah. Kalau ke sekolah biasaynya jam enam atau stengah tujuh. Kalau plang biasnya kami sampai rumah jam tiga atau setengah empat,” tutur David bersama Intan adiknya dan sejumlah temannya saat menyusuri jalan setapak ditengah padang Sabana.

Hebatnya, setiap hari kesekolah, David dan teman-teman tidak pernah membawa bekal, apalagi uang. Padahal jarak yang ditempuh sangat jauh. Apalagi, biasanya mereka berangkat pagi dari rumah dan tiba kembali ke rumah pada sore harinya. “Kami tidak bawa bekal, kami sudah biasa tiap hari begini,” tukas David.

Kepala sekolah (Kepsek) SD Masehi Mbatakapidu, Hina Kapu Enda mengatakan, lebih dari 50 persen siswa/i di sekolahnya tinggal jauh dari sekolah. “Bisa dua hingga lebih dari delapan kilometer jarak rumah anak anak itu ke sekolah. Walau begitu anak-anak tetap semangat untuk sekolah. Kadang ada anak yang lambat tiba sekolah, tapi kami berikan toleransi untuk mereka yang jauh,” jelasnya.

Desa Mbatakapidu adalah desa yang masuk dalam kecamatan Kota Waingapu, ibukota Kabupaten Sumba Timur. Ironisnya, walau masuk dalam wilayah kota, tapi kehidupan warga di sana masih sangat jauh dari gemerlap kehidupan kota. Tak ada listrik, tak ada transportasi memadai selain ojek. Sudah begitu, ojek pun jarang plus ditumpangi ongkos yang mahal. Sebab, jalan menuju desa itu semuanya belum beraspal.

by. her/ion/wc

KOMENTAR PEMBACA
Rambu Nippa says:

yah sebagai bapak dan ibu yg pegang peranan sebagai pemimpin tolonglah perhatikan kami yg rakyat biasa yg tdk punya keluarga yg duduk sebagai pemimpin.. jgn hnya perhatikan yg sudah gemuk tamba ksi gemuk aja… pedulilah kami keluarga yg kurus.. Terima kasih….GBU ALL