SERGAP NTT - Tue, Jul 17th, 2012

Tumpukan Galian PT.Telkom Kupang Menganggu Arus Lalu Lintas

Share This
NEWS

tanah galian 350x262 Tumpukan Galian PT.Telkom Kupang Menganggu Arus Lalu Lintas  sergapntt.com, KUPANG – Tumpukan tanah galian PT.Telkom Kupang yang memenuhi badan jalan Perintis Kemerdekaan Kupang sangat mengganggu arus lalu litas kendaraan bermotor.

Begitulah omelan sejumlah warga Kota Kupang ketika melintas di ruas jalan yang berada persis di samping Kantor Walikota Kupang itu.

“Ini Telkom benar-benar keterlaluan. Kenapa tumpukan tanah dibiarkan begini. Ini bisa mencelakakan pengguna jalan. Dasarrrrrr,,,” sergah Ipi (32), warga Kota Kupang saat berpapasan dengan sergapntt.com di jalan Perintis Keperdekaan Kupang, Selasa (17/7/12) siang.

Pantauan sergapntt.com menyebutkan, tumpukan tanah tersebut akibat adanya proyek menanam kabel optic milik PT. Telkom.

Hampir semua badan jalan di lokasi proyek itu tertutup tanah galian. Sudah begitu batu kerikil berhamburan tak karuan. Trotoar tampak rusak akibat galian. Masyarakat yang melintas dipaksa ekstra hati-hati.

“Ini kalau kita kurang hati-hati, bisa bahaya,,” ujar Okto Boling (27), warga Kota Kupang lainnya.

Salah satu warga Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, Eman De Hooc (30) mengatakan , pembiaran tanah galian  ini sudah sering  terjadi di Kota Kupang, termasuk yang dilakukan PT. Telkom.

“Kandang kala para pengerja proyek galian hanya sekadar menutup lubang dan membiarkan bekas galian tersebut beratakan atau tidak dirapikan. Hal ini bisa berdampak bagi para penguna jalan,  dan bisa menimbulkan korban Lakalantas,” ucap Eman.

Karena itu, Eman meminta para pekerja segera memperhatikan hal tersebut. Sehingga masyarakat penguna jalan bisa aman dari kecelakaan.

Sementara itu PT. Telkom belum terhasil dikonfirmasi. “Pimpinan lagi keluar, datang saja besok,” pinta salah seorang pegawai PT. Telkom Kupang kepada sergapntt.com.

by. rusdy maga

Komentar ANDA?

DISCLAIMER : Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Untuk pengutipan berita wajib mencantumkan link portal SERGAP NTT.Terima Kasih. GBU