SERGAP NTT - Kam, Jun 25th, 2015

Wakil Gubernur NTT Beri Dana Bansos Buat Keluarga Anggota DPRD Yang Sakit

Share This
NEWS
Benny Litelnoni

Benny Litelnoni

sergapntt.com, KUPANG – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) tahun 2009-2010 di Pemkab TTS dengan terdakwa Yakwilina Oematan (Yeni), dilanjutkan Selasa (23/6) di Pengadilan Tipikor Kupang.

Tiga orang saksi dihadirkan JPU Kejari Soe adalah, Mesak Tabun, Tancu Teanlides Mella, dan Rosalina Makleat, salah satu mantan anggota DPRD TTS.

Menariknya, dalam persidangan itu, saksi Rosalina Makleat mengaku, saat masih menjabat sebagai anggota DPRD, ada keluarganya yang sakit dan membutuhkan biaya, dirinya lalu bertemu Wakil Bupati (Wabup) TTS yang kini menjabat sebagai Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni untuk meminta bantuan. Dan atas persetujuan Benny, dia diminta mengambil uang di Bagian Bina Sosial sebesar Rp 2,5 juta.

“Saya tidak ajukan proposal saat minta uang. Saya langsung menghadap ke Wabup TTS. Wabup TTS suruh saya menghadap Ibu Yakwilina Oematan (Bendahara Pengeluaran Binsos TTS) dan langsung ambil uang. Tapi uang yang diambil dari dana Bansos itu sudah saya kembalikan saat pemeriksaan di Kejari Soe,” tutur Rosalina Makleat.

Saksi lainnya, Mesak Tabun dalam kesaksiannya di persidangan juga mengaku mendapat uang senilai Rp 2 juta dari Wabup TTS, Benny Litelnoni. Uang itu, kata Mesak, dia dapat ketika menghadiri perayaan Paskah di Desa Tubleu, Kecamatan Fatukopa. “Pak Benny Litelnoni kasih saya uang Rp 2 juta. Pas ada pesta Paskah kami undang, Pak Benny datang dan kasi uang Rp 2 juta. Dia kasi juga bola volly, net dan gitar satu buah,” ungkap Mesak.

Ketika ditanya hakim apakah bantuan itu diberikan melalui proposal sebelumnya? Mesak mengaku tak mengajukan proposal permintaan bantuan. Dia juga tidak membuat pelaporan penggunaan dana tersebut.

Penerima dana Bansos lainnya, Tancu Teanlides Mella mengaku menerima bantuan uang setelah bertemu Wabup Benny Litelnoni. Tancu menyebut menerima dana senilai Rp 10 juta. Namun menurutnya, nominal uang yang dia terima tak sesuai dengan yang tertulis di kwitansi yang ditandatangani. Di kwitansi, kata Tancu, tertera nominal Rp 12,5 juta. “Uang yang saya terima hanya Rp 10 juta saja. Sementara Rp 2,5 juta tidak dikasih karena bilang nanti sumbang saat sidang klasis di SoE,” beber Tancu. Berbeda dengan dua saksi lainnya, Tancu mengaku, meski tak diminta membuat pertanggungjawaban, dirinya berinisiatif membuat pertanggungjawaban uang yang sudah diterima itu.

Untuk diketahui, sidang hari itu dipimpin hakim ketua, Ida Bagus Dwiyantara didampingi hakim anggota, Jult M. Lumban Gaol dan Ansyori Saefuddin. Sementara JPU Kejari SoE hadir Gerry Gultom dan Khusnul Fuad. Terdakwa Yakwilina Oematan sendiri didampingi penasihat hukumnya, Benny Rafael, Errich Mamoh dan Eddy Djaha. Ketua majelis hakim memutuskan sidang dilanjutkan Senin pekan depan. [gat/aln/timex]

RUANG DISKUSI - Mari Kita Saling Menghormati Satu Sama Lain. SILAKAN berdiskusi sesuai topik berita di atas. TERIMA KASIH. GBU All.