SERGAP NTT - Tue, Jan 15th, 2013

Warga Eks Timor-Timur Diminta Tidak Menanggapi Pernyataan Panglima Perang Timor Leste

Share This
NEWS
Maijor Jeneral Lere Anan Timor Warga Eks Timor Timur Diminta Tidak Menanggapi Pernyataan Panglima Perang Timor Leste

Maijor Jeneral, Lere Anan Timor

sergapntt.com, KUPANG  - Konsulado Timor Leste di Kupang, Feliciano Da Costa, meminta warga eks Timor Timur yang berada di Indonesia, khususnya yang mendiami kawasan perbatasan RI-Timor Leste di Kupang, Belu, TTU, dan TTS untuk tidak terprovokasi dengan pernyataan Panglima Perang Timor Leste, Maijor Jeneral Lere Anan Timor yang menyatakan menolak warga eks Timor Timur kembali ke Timor Leste.

“Saya minta warga negara eks Timor Leste kelahiran Timor Timor di Indonesia, terutama di Nusa Tenggara Timur, untuk tidak terporvokasi dengan pernyataan Panglima Lere Anan Timor,” pinta Feliciano Da Costa, di Kupang, Senin (14/1/13).

Sebelumnya, Anan Timor seperti diberitakan sejumlah media di Timor Leste, menolak upaya repatriasi warga eks Timor Timur ke Timor Leste.

Kata Feliciano, pernyataan Anan Timot harus dicermati sebagai sebuah pernyataan pimpinan tentara yang bertugas untuk mengamankan sebuah negara, sehingga tidak perlu diberikan tanggapan yang berlebihan.

Tentang kemungkinan akan ada gerakan ‘menutup’ perbatasan RI-RDTL bagi warga Timor Leste yang akan masuk ke Indonesia, Feliciano berharap agar tidak terjadi.

“Tidaklah elok jika sejumlah aksi yang dilakukan oleh orang atau sekelompok orang bertentangan dengan aturan hukum yang ada dan berlaku. Sebagai sesama orang Timor, mari kita berpikir jernih dan menganalisis semua persoalan secara baik, agar tidak menjadi pemicu konflik antar warga di dua negara yang bertetangga dan masih sedarah sekandung,” kata Feliciano.

Sementara itu, Jeka Pereira, salah satu warga eks Timor Timur di NTT, Indonesia, mengancam akan menutup semua pintu lintas batas RI-RDTL.

“Lere sangat keliru, pernyataan Lere itu sangat bertolak belakang dengan kesepakat RI-Timor Leste melalui KKP yang di dalamnya ada rekonsiliasi dan repatriasi,” tohoknya.

Menurut Pareira, penyataan Anan Timor tersebut menunjukan bahwa sesungguhnya Anan Timor tidak menginginkan perdamaian di bumi Timor Timur dan Timor Barat. “Saya menilai, Lere tidak mau supaya kita ini berdamai, bahkan dia tidak ingin mewujudkan perdamaian nasional, terutama hubungan bilateral antara Indonesia dan Timor Leste,” kata Pareira.

by. ady/harto

RUANG DISKUSI - Mari Kita Saling Menghormati Satu Sama Lain. SILAKAN berdiskusi sesuai topik berita di atas. TERIMA KASIH. GBU All.